JAKARTA. Dua anak perusahaan PT Energi Nusantara Merah Putih, yakni PT Pasifik Agra Energy dan PT Power Merah Putih, akan membangun pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) dan LNG Terminal Receiver di Kawasan Industri Bantaeng Sulawesi Selatan. Total nilai investasi kedua proyek tersebut mencapai sekitar US$ 980 juta.Komposisi pemenuhan investasi yakni 70% pinjaman dan 30% kas internal. Saat ini, Energi Nusantara tengah mencar pinjaman dari sindikasi perbankan. Perusahaan itu menargetkan, proses financial close atawa penyelesaian sumber pembiayaan bisa rampung akhir tahun ini atau awal tahun depan.Jika pemenuhan kebutuhan pendanaan tuntas, Energi Nusantara bisa segera memasuki tahap konstruksi. Proses konstruksi akan memakan waktu sekitar 36 bulan. Adapun Jumat (24/2) pekan lalu, mereka sudah meneken nota kesepahaman dengan Sinland Development Pte Ltd, anak perusahaan konstruksi China Machinery Engineering Corporation (CMEC).
Energi Nusantara akan berinvestasi US$ 980 juta
JAKARTA. Dua anak perusahaan PT Energi Nusantara Merah Putih, yakni PT Pasifik Agra Energy dan PT Power Merah Putih, akan membangun pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) dan LNG Terminal Receiver di Kawasan Industri Bantaeng Sulawesi Selatan. Total nilai investasi kedua proyek tersebut mencapai sekitar US$ 980 juta.Komposisi pemenuhan investasi yakni 70% pinjaman dan 30% kas internal. Saat ini, Energi Nusantara tengah mencar pinjaman dari sindikasi perbankan. Perusahaan itu menargetkan, proses financial close atawa penyelesaian sumber pembiayaan bisa rampung akhir tahun ini atau awal tahun depan.Jika pemenuhan kebutuhan pendanaan tuntas, Energi Nusantara bisa segera memasuki tahap konstruksi. Proses konstruksi akan memakan waktu sekitar 36 bulan. Adapun Jumat (24/2) pekan lalu, mereka sudah meneken nota kesepahaman dengan Sinland Development Pte Ltd, anak perusahaan konstruksi China Machinery Engineering Corporation (CMEC).