Energi yang Andal Tak Hanya Soal Pasokan, Tapi Juga Memperhatikan Kualitas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Umumnya, masyarakat melihat sektor energi dari apa yang tampak di permukaan. Seperti pom bensin yang melayani kendaraan setiap hari, pembangkit listrik yang memasok kebutuhan rumah tangga dan industri, atau kapal tanker yang mengangkut komoditas energi dari satu wilayah ke wilayah lain.

Namun, di balik rantai pasok tersebut, terdapat aspek yang jarang mendapat perhatian publik, yakni pemastian kualitas dan kuantitas energi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, aspek ini menjadi semakin penting. Program biodiesel B40 yang terus berkembang, pertumbuhan konsumsi bahan bakar, serta meningkatnya kebutuhan listrik menuntut setiap komponen dalam rantai pasok energi bekerja secara andal.


Gangguan kecil pada kualitas bahan bakar, pelumas, maupun aset pendukung dapat menimbulkan konsekuensi besar terhadap operasional dan pelayanan publik.

Dalam industri energi, kualitas tidak hanya berbicara mengenai spesifikasi produk saat diproduksi. Kualitas juga mencakup konsistensi selama proses distribusi, keamanan penggunaan, hingga kemampuan aset untuk beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

Salah satu komponen yang kerap luput dari perhatian adalah pelumas. Meski hanya menjadi bagian kecil dari keseluruhan sistem, pelumas memiliki peran vital dalam menjaga performa mesin di berbagai sektor, mulai dari pembangkitan listrik, pertambangan, manufaktur, dan transportasi hingga energi terbarukan.

Baca Juga: Harga TBS Sawit Mulai Naik, Mentan Klaim 90% Perusahaan Sudah Lakukan Penyesuaian

Pelumas yang tidak sesuai spesifikasi dapat mempercepat keausan komponen, menurunkan efisiensi operasional, bahkan memicu kerusakan peralatan bernilai miliaran rupiah. Karena itu, semakin banyak perusahaan memanfaatkan analisis kondisi pelumas untuk mendeteksi potensi gangguan sebelum kerusakan terjadi.

Kepala LSPro dan Laboratorium Pelumas dan Bahan Bakar PT Surveyor Indonesia (Persero), Salma Ilmiati menjelaskan, sampel pelumas dapat memberikan banyak informasi mengenai kondisi internal suatu peralatan.

“Pelumas dapat dianalogikan sebagai darah bagi mesin industri. Dari sampel yang diuji, kami dapat melihat indikasi awal keausan komponen, kontaminasi, maupun perubahan kondisi operasi. Informasi tersebut membantu perusahaan mengambil tindakan sebelum kerusakan lebih besar terjadi,”  terangnya, Rabu (16/8). 

Praktik pemastian kualitas tersebut merupakan bagian dari industri testing, inspection, certification and consultancy (TIC), yang berperan melakukan verifikasi independen terhadap produk, proses, maupun aset industri.

Dalam sektor energi, layanan TIC digunakan untuk memastikan kualitas bahan bakar, memverifikasi kuantitas komoditas energi, menguji kondisi aset pembangkit, hingga memastikan kepatuhan terhadap standar dan regulasi.

Vice President Divisi Bisnis Strategis Oil, Gas, and Renewable Energy PT Surveyor Indonesia) Mahfud Arifin menilai, peran assurance akan semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas sektor energi.

 “Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh keandalan sistem yang mendukungnya. Di sinilah assurance berperan untuk memastikan kualitas, keselamatan, dan kepatuhan dapat terjaga secara konsisten,” katanya.

Menurut Mahfud, kebutuhan terhadap assurance akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan sumber energi baru. Program biodiesel, pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga perdagangan karbon membutuhkan sistem verifikasi yang mampu memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Bagi masyarakat, manfaat assurance mungkin tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, perannya membantu memastikan bahan bakar yang digunakan memenuhi standar, pasokan listrik lebih andal, aset industri beroperasi lebih aman, serta risiko gangguan layanan publik dapat diminimalkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News