ENP Operasikan Pabrik LPG Cilamaya, Targetkan Kurangi Impor 52.800 Ton per Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) dan PT Euro Asiatic Jaya (EAJ) mulai mengoperasikan LPG Plant Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Fasilitas senilai US$ 36,93 juta ini memiliki kapasitas produksi LPG hingga 52.800 ton per tahun dan diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Peresmian fasilitas pengolahan gas bumi tersebut dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Jumat (16/10/2026).


LPG Plant Cilamaya memiliki kapasitas pengolahan gas sebesar 40 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Baca Juga: Pemerintah Resmikan Mini LNG Plant di Jatim, Bisa Produksi LPG 9.800 Ton per Tahun

Fasilitas yang dibangun dalam waktu 13 bulan ini mampu menghasilkan LPG sebanyak 160 ton per hari atau setara 52.800 ton per tahun, serta kondensat 320 barel per hari atau 105.600 barel per tahun.

Pasokan gas untuk fasilitas ini berasal dari Lapangan PHE Offshore North West Java (PHE ONWJ), berdasarkan perjanjian jual beli gas selama sembilan tahun dengan komitmen pasokan 37 MMSCFD.

Adapun gas sisa pengolahan atau lean gas dikembalikan kepada PHE ONWJ untuk dimanfaatkan lebih lanjut.

Produksi LPG dari fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah pasokan LPG domestik dan mengurangi kebutuhan impor sekitar 52.800 ton per tahun. Meski demikian, besaran pengurangan impor aktual akan bergantung pada realisasi produksi dan kebutuhan LPG nasional.

President Director PT ENP sekaligus Leader KSO PT ENP–PT EAJ, Sardjono, mengatakan pengoperasian fasilitas ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah gas bumi dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Setiap investasi pada sektor energi bukan sekadar membangun fasilitas, melainkan membangun fondasi kemandirian energi dan daya saing industri nasional,” ujar Sardjono dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya, Kapasitas Produksi 160 Ton per Hari

Pembangunan LPG Plant Cilamaya dikerjakan oleh PT Pacific Process Engineering sebagai kontraktor engineering, procurement, construction and installation (EPCI), dengan dukungan teknologi proses yang dikembangkan di dalam negeri.

Selain mendukung pasokan energi, proyek ini melibatkan sekitar 200 tenaga kerja dan diharapkan mendorong pertumbuhan industri pendukung serta perekonomian di Jawa Barat dan sekitarnya.

ENP menyatakan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengembangan dan pengoperasian fasilitas pengolahan LPG menjadi modal untuk menjalankan LPG Plant Cilamaya.

Perusahaan tersebut juga mengoperasikan LPG Plant Gresik dengan kapasitas pengolahan gas 100 MMSCFD, yang memanfaatkan gas dari Lapangan PHE West Madura Offshore dan Lapangan Poleng untuk menghasilkan LPG dan kondensat.

Melalui fasilitas baru ini, ENP dan EAJ menargetkan peningkatan pemanfaatan gas bumi domestik melalui kegiatan hilirisasi. Pengoperasian LPG Plant Cilamaya juga menjadi bagian dari dukungan pelaku usaha terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada pasokan LPG impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News