KONTAN.CO.ID - JAKARTA PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menggelar rights issue dengan menerbitkan sebanyak 13,3 miliar saham baru. Aksi korporasi tersebut diberi harga pelaksanaan Rp 310 per saham dan rasio 2:1, dengan target dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp 4,1 triliun. Rights issue tersebut berpotensi memperkuat struktur permodalan dan likuiditas ENRG. Dana yang diperoleh akan dipinjamkan kepada sejumlah anak usaha untuk kebutuhan pengeboran eksplorasi dan pengembangan, pembangunan serta pemeliharaan fasilitas produksi, dan modal kerja. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta menilai tambahan modal tersebut dapat memberikan ruang bagi ENRG untuk memperluas kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas. Baca Juga: Harga Emas Tertekan Yield US Treasury, Intip Prospek Rebound Jangka Pendek "Rights issue ENRG berpotensi memperkuat struktur permodalan dan likuiditas perseroan," ujarnya. Menurutnya, penggunaan dana untuk pengeboran dan pengembangan lapangan berpotensi menjadi katalis pertumbuhan produksi ENRG. Sekitar 54,83% dana rights issue akan dialokasikan kepada EMP Bentu, antara lain untuk pengeboran sembilan sumur pengembangan di lapangan CEN dan Segat serta pembangunan pipa penyaluran gas. Sedangkan dana lainnya akan digunakan untuk enhanced oil recovery, pengeboran, pembangunan pipa gas, modal kerja, pengembangan lapangan, eksplorasi, pemeliharaan fasilitas, serta pembangunan fasilitas pemrosesan gas. Apabila program tersebut berjalan sesuai target, tambahan produksi migas berpotensi meningkatkan volume penjualan dan pendapatan ENRG. Namun dampaknya terhadap kinerja keuangan tidak akan langsung terlihat karena terdapat jeda antara investasi, pengeboran, peningkatan produksi hingga kontribusinya terhadap pendapatan dan laba. Di sisi lain, rights issue juga membawa risiko dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, dengan potensi maksimum 33,33%. Karena itu, penting untuk mencermati pertumbuhan laba dan nilai perusahaan setelah ekspansi. Dari sisi saham, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat ENRG masih berada dalam fase uptrend jangka pendek, meski pergerakannya tertahan oleh MA20 dan volume perdagangan yang mengecil. Indikator MACD masih melandai di area positif, sementara Stochastic berada di area netral.
ENRG Gelar Rights Issue Rp 4,1 Triliun, Ini Potensi dan Risiko bagi Investor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menggelar rights issue dengan menerbitkan sebanyak 13,3 miliar saham baru. Aksi korporasi tersebut diberi harga pelaksanaan Rp 310 per saham dan rasio 2:1, dengan target dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp 4,1 triliun. Rights issue tersebut berpotensi memperkuat struktur permodalan dan likuiditas ENRG. Dana yang diperoleh akan dipinjamkan kepada sejumlah anak usaha untuk kebutuhan pengeboran eksplorasi dan pengembangan, pembangunan serta pemeliharaan fasilitas produksi, dan modal kerja. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta menilai tambahan modal tersebut dapat memberikan ruang bagi ENRG untuk memperluas kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas. Baca Juga: Harga Emas Tertekan Yield US Treasury, Intip Prospek Rebound Jangka Pendek "Rights issue ENRG berpotensi memperkuat struktur permodalan dan likuiditas perseroan," ujarnya. Menurutnya, penggunaan dana untuk pengeboran dan pengembangan lapangan berpotensi menjadi katalis pertumbuhan produksi ENRG. Sekitar 54,83% dana rights issue akan dialokasikan kepada EMP Bentu, antara lain untuk pengeboran sembilan sumur pengembangan di lapangan CEN dan Segat serta pembangunan pipa penyaluran gas. Sedangkan dana lainnya akan digunakan untuk enhanced oil recovery, pengeboran, pembangunan pipa gas, modal kerja, pengembangan lapangan, eksplorasi, pemeliharaan fasilitas, serta pembangunan fasilitas pemrosesan gas. Apabila program tersebut berjalan sesuai target, tambahan produksi migas berpotensi meningkatkan volume penjualan dan pendapatan ENRG. Namun dampaknya terhadap kinerja keuangan tidak akan langsung terlihat karena terdapat jeda antara investasi, pengeboran, peningkatan produksi hingga kontribusinya terhadap pendapatan dan laba. Di sisi lain, rights issue juga membawa risiko dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, dengan potensi maksimum 33,33%. Karena itu, penting untuk mencermati pertumbuhan laba dan nilai perusahaan setelah ekspansi. Dari sisi saham, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat ENRG masih berada dalam fase uptrend jangka pendek, meski pergerakannya tertahan oleh MA20 dan volume perdagangan yang mengecil. Indikator MACD masih melandai di area positif, sementara Stochastic berada di area netral.
TAG: