KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (
ENRG) menyiapkan ekspansi produksi minyak dan gas bumi (migas) secara organik dalam lima tahun ke depan melalui pengeboran lebih dari 120 sumur. Head of Investor Relations Energi Mega Persada Herwin Wahyu Hidayat menjelaskan pengeboran tersebut akan mencakup lebih dari 20 sumur eksplorasi dan lebih dari 100 sumur pengembangan sepanjang 2026 hingga 2031. “Kami akan peningkatan ekspansi produksi secara organik, rencananya kami akan melakukan pemboran di lebih dari 20 sumur eksplorasi,” jelasnya dalam acara BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (13/8/2026).
Menurut Herwin, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya ENRG meningkatkan produksi migas melalui pengembangan aset yang sudah dimiliki. Selain ekspansi organik, ENRG tetap membuka peluang mengakuisisi aset migas baru.
Baca Juga: SBN Rp 190 Triliun Jatuh Tempo, Yield Obligasi Berpeluang Turun “Kami akan memprioritaskan aset yang telah berproduksi dalam rencana akuisisinya. Ini memungkinkan ENRG memperoleh tambahan arus kas sejak hari pertama setelah transaksi akuisisi rampung, sekaligus mengurangi kebutuhan belanja eksplorasi,” kata dia. Dalam lima tahun terakhir, ENRG telah agresif melakukan akuisisi aset baru maupun meningkatkan kepemilikan pada aset yang sudah ada. Pada 2024, ENRG mengakuisisi aset minyak Siak dan Kampar serta meningkatkan kepemilikan Sengkang menjadi 100%. Sementara pada 2025, ENRG menggandeng perusahaan milik negara Jepang, Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), untuk mengembangkan dan memonetisasi aset gas Gebang di Sumatra Utara. Adapun hingga kuartal I-2026, ENRG memiliki 13 aset migas dalam portofolio upstream. Sebanyak sembilan aset telah berproduksi secara komersial, sementara empat aset lainnya masih berada dalam tahap pengembangan maupun eksplorasi. Salah satu katalis produksi ENRG berasal dari aset gas Gebang yang ditargetkan mulai berproduksi pada semester I-2027 dengan kapasitas sekitar 40 juta kaki kubik gas per hari (MMscfd). Produksi Gebang tersebut diperkirakan setara sekitar 15% dari total produksi gas ENRG saat ini. Selanjutnya, ENRG menargetkan produksi Gebang meningkat menjadi 100 MMscfd pada awal 2030.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas pada Jumat (14/8), Ini Proyeksinya Selain Gebang, ENRG juga mencatat sejumlah temuan sumber daya baru pada beberapa asetnya. Temuan tersebut mencakup minyak di Bentu, Malacca Strait dan South CPP serta gas di Sengkang. Dari sisi kinerja, ENRG membukukan pendapatan US$ 136 juta pada kuartal I-2026, tumbuh 17% secara tahunan. EBITDA mencapai US$ 94 juta, meningkat 29%, sedangkan laba bersih tercatat US$ 18 juta.
Produksi minyak ENRG secara
gross mencapai sekitar 7.200 barel per hari. Sementara itu produksi gas sekitar 203 juta kaki kubik per hari. Saat ini, sekitar 80% produksi migas ENRG berasal dari gas. Perusahaan migas milik Grup Bakrie ini juga memiliki cadangan 2P sekitar 229 juta barel setara minyak atau
barrel oil equivalent (BOE), yang terdiri dari sekitar 45 juta barel minyak dan 1,1 triliun kaki kubik gas. Dengan menggabungkan cadangan 2P dan
contingent resources sekitar 202 juta BOE, total sumber daya ENRG mencapai sekitar 431 juta BOE. Berdasarkan produksi ENRG saat ini, umur produksi seluruh aset diperkirakan sekitar 28 tahun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News