Epicor Perkuat Bisnis di Indonesia, Didorong Ekspansi Industri Manufaktur



KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Epicor, penyedia solusi enterprise resource planning (ERP) global, terus memperluas basis bisnisnya di pasar Indonesia. 

Posisi Indonesia sebagai negara manufaktur terbesar di Asia memberikan peluang pertumbuhan yang besar, khususnya di industri manufaktur untuk segmen perusahaan menengah. 

Vice President Asia for Epicor Software, Vincent Tang, menyatakan Indonesia saat ini menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi di kawasan Asia Tenggara dalam portofolio bisnis Epicor. Hal ini tidak terlepas dari pergeseran basis manufaktur global dari China ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.


Baca Juga: Tangkap Peluang dari Terapi Sel Punca Untuk Tangani Penyakit Kronis

“Sekarang Indonesia sebenarnya adalah negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Bisnis kami berkembang sangat cepat dan apa yang kami lakukan adalah fokus penuh pada industri manufaktur,” ujar Vincent, kepada KONTAN, dalam agenda Epicor Asia Connect 2026, pada Selasa (27/1) di Bangkok, Thailand. 

Ia menjelaskan, kenaikan biaya tenaga kerja dan tantangan demografi di China mendorong relokasi investasi manufaktur ke Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu tujuan utama karena memiliki populasi besar dan pasar domestik yang kuat.

Di sisi lain, struktur industri manufaktur Indonesia juga sangat selaras dengan fokus perusahaan. Di mana, sebagian besar pelaku industri berada di segmen usaha kecil dan menengah yang tengah bertransformasi menuju skala menengah.

“Di masa lalu, banyak perusahaan kecil ketika mulai menggunakan solusi ERP, cenderung membeli perangkat lunak manufaktur lokal. Namun ketika mereka berkembang menjadi perusahaan menengah, mereka membutuhkan solusi ERP yang lebih kuat, tetapi tidak mampu membeli vendor ERP tier satu atau dua dunia. Di situlah mereka beralih ke Epicor,”  katanya. 

Meski tidak mengungkapkan angka secara rinci, Epicor memastikan kinerja bisnisnya di Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif dan konsisten. Tang menyebut, Epicor berhasil mencatat pertumbuhan rata-rata dua digit di setiap negara dalam, lima hingga 10 tahun terakhir. 

Baca Juga: Insentif Otomotif 2026 Masih Abu-abu, Gaikindo Pilih Bekerja Secara Normal

Epicor juga menegaskan bahwa Indonesia menjadi kontributor penting dalam pertumbuhan kawasan, didukung oleh masuknya investasi manufaktur yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Dari sisi teknologi, Epicor menilai adopsi AI dan cloud di sektor manufaktur Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama dibandingkan dengan sektor jasa. Salah satu penyebabnya adalah latar belakang pengelolaan TI di perusahaan manufaktur yang belum sepenuhnya strategis.

“Di industri manufaktur, adopsi teknologi TI secara umum masih lebih rendah dibandingkan industri jasa. Mereka lebih mengandalkan manajer TI, dibandingkan memiliki posisi CIO yang melihat tren teknologi dan menyiapkan organisasi,” sebut Tang.

Namun demikian, tren tersebut mulai berubah. Meningkatnya diskursus mengenai AI dan cloud mendorong pelaku manufaktur Indonesia untuk lebih terbuka terhadap transformasi digital.

Kini, pelanggan yang menghubungi Epicor tidak hanya mencari solusi on-premise, tetapi juga terbuka untuk adopsi cloud. 

Epicor menegaskan pertumbuhan bisnis di Indonesia  juga ditopang oleh investasi jangka panjang, khususnya dalam membangun ekosistem mitra dan sumber daya manusia. Dalam delapan tahun terakhir, perusahaan fokus memperluas jaringan reseller, meningkatkan kapasitas implementasi, serta menambah jumlah tenaga kerja.

“Komunitas mitra kami meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan delapan tahun lalu. Pendapatan kami juga meningkat lebih dari 10 kali lipat, dan jumlah karyawan kami meningkat sekitar empat kali lipat,” jelas Tang. 

Selain aspek bisnis, Epicor juga mengembangkan kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk menjawab keterbatasan talenta ERP di Indonesia.  Melalui program kerja sama dengan President University, Epicor menyediakan lisensi ERP untuk pelatihan dan sertifikasi mahasiswa. 

Baca Juga: Gaikindo Pasang Target Penjualan Mobil Tembut 850.000 Unit pada Tahun 2026

Ke depan, Epicor berencana memperluas model kolaborasi ini ke universitas lain di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung industri manufaktur dan transformasi digital nasional.

Selanjutnya: IHSG Melonjak 1,18%, Investor Asing Justru Jual Bersih Rp 1,53 T!

Menarik Dibaca: Bitcoin Ambles Hampir 6%, Sinyal Bearish atau Volatilitas Jangka Pendek?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News