Epson resmikan pabrik printer baru di Cikarang



JAKARTA. Produsen printer asal Jepang, Epson, meresmikan pabrik terbaru di Kawasan Industri EJIP, Cikarang Bekasi, Jumat (22/4). Pabrik ini memproduksi printer.

Untuk membangun pabrik ini, PT Indonesia Epson Industry telah menambah investasi US$ 30 juta. Realisasi investasi Epson di Indonesia saat ini mencapai US$ 94,6 juta (setara Rp 1,25 triliun).

Saleh Husin, Menteri Perindustrian bilang, penambahan investasi Epson diharapkan diiringi dengan peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). "Selain itu, aktivitas research and development (R&D) sebaiknya dilakukan pula di Indonesia," kata Saleh, dalam pernyataan tertulis, Jumat (22/4).


Menurut Saleh, ada 250 perusahaan produsen elektronika dan komponen yang kini berproduksi untuk pasar dalam negeri ataupun ekspor. Dengan ekspansi pabrik Epson tersebut, Saleh memperkirakan akan terjadinya kenaikan kinerja ekspor produk elektronika di Indonesia. Merujuk data Kementerian Perindustrian, porsi ekspor elektronika Indonesia ke ASEAN tercatat 23%, sisanya ke luar ASEAN dengan porsi 77%.

Pertumbuhan ekspor ke ASEAN dipatok naik 1% setiap tahun agar porsi ekspornya naik menjadi 40% pada tahun 20130. Agar bisa mencapai hal tersebut, Saleh menjanjikan adanya langkah-langkah pengembangan fasilitas pendukung industri di Indonesia.

Perlu diketahui, pusat produksi Epson menempati lahan 255.000 meter persegi (m²) di Cikarang. Dengan tingkat kandungan dalam negeri 70%, Epson telah menyerap tenaga kerja sebanyak 14.000 orang.

Setidaknya, ada 129 perusahaan pendukung atau komponen elektronik yang memasok kebutuhan suku cadang elektronik untuk Epson. Perusahaan yang beroperasi sejak 1995 tersebut memiliki kemampuan produksi 8,15 juta unit printer per tahun.

Eiichi Abe, Presiden Direktur PT Indonesia Epson Industry menyebutkan, Indonesia merupakan mitra bisnis yang strategis bagi mereka. "Ke depan, kami berharap ada hubungan yang kuat kami dengan pelaku supporting industries dan juga masyarakat," kata Abe.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia