Era AI dan Ekonomi Digital Dongkrak Kebutuhan Ahli Hukum Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), ekonomi digital, hingga perdagangan internasional mendorong perubahan lanskap hukum bisnis. Seiring meningkatnya transaksi digital dan investasi lintas negara, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memahami aspek hukum, bisnis, teknologi, dan hubungan internasional pun semakin besar.

Melihat tren tersebut, BINUS University melalui BINUS Graduate Program meluncurkan program Magister Hukum Bisnis (Master of Business Law) yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha terhadap profesional hukum dengan kompetensi multidisipliner.

Head of Program Master of Business Law BINUS University Prof. Dr. Shidarta mengatakan transformasi digital telah memunculkan berbagai isu hukum baru, mulai dari keamanan siber, perlindungan data pribadi, perdagangan internasional, hingga penyelesaian sengketa bisnis berbasis teknologi.


"Melalui Magister Hukum Bisnis, kami berharap dapat berkontribusi mencetak generasi profesional yang mampu memahami kompleksitas hubungan antara hukum, bisnis, teknologi, dan dinamika global, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi perkembangan industri dan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga: Universitas Prasetiya Mulya Perkuat Pembelajaran Berbasis AI

Menurut Shidarta, kebutuhan tersebut semakin meningkat karena praktik bisnis saat ini tidak lagi hanya dipengaruhi regulasi domestik, tetapi juga perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik global yang memengaruhi arus perdagangan maupun investasi.

Karena itu, kurikulum program dirancang dengan fokus pada hukum perdagangan internasional yang dipadukan dengan materi Cyber Law, ICT Law, dan Digital Forensics. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai persoalan hukum yang muncul dalam transaksi digital, keamanan siber, perlindungan data, hingga penyelesaian sengketa bisnis modern.

Berbeda dengan program magister hukum pada umumnya, BINUS membuka program tersebut bagi lulusan berbagai disiplin ilmu. Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri yang kini membutuhkan pemahaman hukum tidak hanya dari kalangan sarjana hukum, tetapi juga profesional di bidang bisnis, teknologi informasi, komunikasi, maupun pemerintahan.

Program ini juga menerapkan sistem hybrid learning yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring dengan masa studi sekitar 18 bulan. Model tersebut ditujukan bagi para profesional yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa meninggalkan aktivitas pekerjaan.

Baca Juga: P&G Health Rilis E-Learning Apoteker, Targetkan 500 Peserta

Peluncuran program tersebut turut diwarnai diskusi bertajuk Law in the Age of AI and Digital Economy in International Trade yang membahas perkembangan hukum di tengah pesatnya transformasi digital.

Diskusi menyoroti berbagai isu mulai dari perkembangan cyber law, praktik litigasi modern, penyelesaian sengketa bisnis digital, hingga dampak perubahan geopolitik terhadap perdagangan internasional dan investasi. Para pembicara juga menilai hukum bisnis memiliki peran strategis dalam menjaga kepastian hukum di tengah berkembangnya ekonomi digital.

Selain aspek teknologi, perkembangan hubungan internasional juga dinilai semakin memengaruhi arah pembentukan regulasi di berbagai negara. Karena itu, profesional hukum dituntut memiliki perspektif yang lebih luas agar mampu mengantisipasi perubahan kebijakan global yang berdampak pada dunia usaha.

BINUS menilai kombinasi antara pemahaman hukum, teknologi, dan bisnis akan menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan perusahaan pada masa mendatang, seiring meningkatnya digitalisasi aktivitas ekonomi serta semakin kompleksnya regulasi perdagangan lintas negara.

Penerimaan mahasiswa angkatan pertama Magister Hukum Bisnis BINUS University dijadwalkan dimulai pada September 2026 sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi tersebut memperkuat pengembangan talenta di bidang hukum bisnis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: UPM Perkuat Jejaring Global Lewat Asia Business Case Program

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News