Era Jokowi, Investor ritel di bursa saham tumbuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi pasar modal yang relatif stabil membuat jumlah investor yang tertarik untuk masuk ke pasar modal, terutama investor ritel bertambah dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, single investor identity (SID) di 2014 hanya berjumlah sebanyak 364.465 SID. Setahun berikutnya, total investor yang tercatat di KSEI bertambah menjadi 434.107 SID. Di tahun 2016, jumlah investor di pasar modal Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat. Di tahun ini data KSEI menunjukkan ada 894.116 SID yang tercatat di tahun itu. Hingga akhir September 2017, lalu total investor di Indonesia berjumlah 1,06 juta jiwa, melonjak 191,57% year to date (ytd) sejak 2014 lalu. Mayoritas SID tersebut pun didominasi oleh investor ritel. Meski begitu, ada kekhawatiran bahwa meningkatnya jumlah investor ritel di pasar modal membuat tingkat volatilitas semakin tinggi. VP Research & Analyst Valbury Asia Futures Nico Omer Jonckheere mengatakan, kondisi pasar saat ini cukup stabil. Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak naik dan investor asing hengkang seperti sekarang, keadaan bursa masih stabil alias bertahan," kata Nico, Rabu (18/10). Namun bursa bisa berubah jadi sangat volatil jika suatu saat indeks terkoreksi secara signifikan. Investor lokal bisa jadi lebih panik sehingga membuat pasar jadi tidak stabil. "Penambahan investor ritel hanya akan membuat pasar volatil ketika indeks turun karena kebanyakan investor Indonesia adalah spekulan yang berinvestasi jangka pendek, bukan investor yang berinvestasi untuk jangka panjang," paparnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Rizki Caturini