Era Kejayaan Saham CUAN, BREN Berakhir, Saham Blue Chip Harga Murah Bisa Jadi Pilihan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kejayaan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berakhir pada tahun 2024. Untuk mendapat cuan investasi saham, analis rekomendasi sejumlah saham blue chip yang  tergolong murah.

Saham blue chip adalah saham lapis satu di bursa efek. Saham blue chip biasanya memiliki fundamental kuat dan telah teruji lama di papan bursa. Selain itu, saham blue chip biasanya memiliki kapitalisasi pasar besar mencapai ratusan triliun.

Berbicara kapitalisasi pasar besar, saham-saham Grup Barito dan afiliasi Prajogo Pangestu memiliki kapitalisasi besar yang mengalahkan saham blue chip pada tahun 2023 lalu. Saham


Namun, saham-saham tersebut kini menjadi pemberat langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun berjalan 2024 ini. Sejak awal 2024 hingga Jumat (2/2), saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sudah ambles 33,8%. Penurunan emiten yang bergelut di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) menggerus IHSG sebesar 97,96 poin. 

Menyusul saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang sudah anjlok 49,2% ke level Rp 6.800 secara year to date. Seiring penurunan itu, CUAN telah menekan IHSG sebesar 27,67 poin. 

Kemudian saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang telah menggerus IHSG sebanyak 18,17 poin. Sepanjang tahun berjalan ini, BPRT sudah ambles 21,1% ke posisi Rp 1.050 per saham. 

Di luar Grup Barito, saham blue chip lain juga telah menekan IHSG. Itu antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang masing-masing telah menekan IHSG sebesar 14,67 poin dan 13,05 poin sepanjang 2024 berjalan ini. 

 
ASII Chart by TradingView

Head of Research Team Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy menuturkan potensi normalisasi imbal hasil return saham-saham yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) terutama yang berkaitan dengan Prajogo Pangestu.

Pasalnya, meski punya valuasi yang sangat tinggi BREN, BRPT dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berkontribusi 500 poin lebih terhadap kenaikan IHSG sepanjang 2023. 

"Ini kondisi khusus, dimana saham EBT tahun lalu naik secara tidak wajar karena ada faktor optimisme yang bisa memainkan harga sahamnya terus naik," jelas Robertus baru-baru ini.

Sementara saham-saham bluechip yang sudah familiar di pasar modal, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berkontribusi sekitar 300 poin. 

Seiringan dengan itu, saham-saham bluechip yang tertekan justru menawarkan valuasi yang menarik. Karena itu, Robertus menilai ada potensi pergantian alokasi portofolio oleh investor. 

"Ada peluang investor untuk tertarik kepada saham-saham bluechip yang sudah teruji secara operasional dan finansial yang memiliki valuasi atraktif," jelas Robertus.

Apalagi secara valuasi saham seperti ASII dan TLKM sudah berada di level terendah. Robertus menyebut valuasi ASII saat ini tidak pernah serendah saat ini sejak 2020. 

Tak hanya itu, Mirae Asset Sekuritas juga melihat valuasi saham Telkom masih atraktif. Robertus bilang valuasi TLKM belum pernah serendah ini dalam beberapa tahun terakhir. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menimpali penguatan IHSG akan mendapat sokongan dari investor yang mulai kembali melirik saham-saham blue chip konvensional. 

Apalagi perbankan yang memiliki korelasi positif terhadap tingkat suku bunga The Fed pergerakan sahamnya. 

"Jika ada asumsi penurunan suku bunga, maka perbankan akan memiliki prospek yang positif," tuturnya. 

Dari sektor perbankan saham pilihannya jatuh ada BBCA, BBRI, BBNI, BMRI. Sementara saham pilihan Mirae Asset Sekuritas untuk tahun ini jatuh pada BBRI, BBCA, TLKM, ISAT, ASII, AMRT, HOKI, ACES, MAPI.

Itulah rekomendasi saham blue chip untuk perdagangan hari ini, Senin 2 Februari 2024. Ingat, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto