KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
Meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah naik 1% menjadi 5,75% sejak awal tahun ini, bank-bank digital terpantau masih menahan level suku bunga depositonya. Berdasarkan riset Kontan, dari sepuluh bank digital nasional, belum ada satupun yang mengerek naik suku bunga depositonya sejak akhir tahun lalu. Malah, sebagian bank digital terpantau menurunkan suku bunga depositonya. Yang masih bertahan ada Allo Bank dengan bunga deposito di level 5,5%, Amar Bank di 7%–9%, Bank Raya di 4%–6%, Superbank di 6%–7,5%, Hibank di 5,75%–6%, Seabank di 4,25%–6%, dan BCA Digital di 3,5%–4,75%.
Baca Juga: Return Investasi Dana Pensiun Naik, Harga Obligasi Jadi Faktor Pendorongnya Sementara sisanya turun. Suku bunga deposito Bank Jago turun dari posisi 5%–6,25% menjadi 5%–6%, Bank Neo Commerce dari 5%–7,5% menjadi 4,75%–7,25%, Krom Bank dari 7%–8,25% menjadi 6,5%–8%. Namun, meski tak naik, sejatinya level suku bunga deposito bank-bank digital ini berada cukup jauh di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pasca BI Rate melonjak 1%, LPS baru menaikkan TBP untuk simpanan rupiah di bank umum sebesar 0,25% menjadi 3,75%. Meski spread antara TBP dan BI Rate masih terbilang jauh, LPS menilai kenaikan ini dapat menjaga kredibilitas TBP sebagai acuan bunga wajar perbankan. Harapannya, kenaikan TBP dapat meningkatkan efektivitas kebijakan program penjaminan simpanan oleh LPS.
Belum Mau Naikan Bunga
Dalam catatan Kontan, sejumlah bank digital memang mengaku belum berniat menaikkan tingkat bunga deposito menyusul kenaikan BI Rate.
Baca Juga: Jasindo Waspadai Potensi Kenaikan Klaim Kendaraan akibat Pelemahan Rupiah Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menyatakan bakal mempertahankan suku bunga deposito yang saat ini berlaku sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent. Namun, penyesuaian tertentu bakal diambil mengikuti situasi pasar dan dinamika industri. Krom Bank bakal mengobservasi dan menganalisa lebih lanjut dampak kenaikan BI Rate ini. Senada, Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengaku pihaknya menilai tak ada kebutuhan untuk melakukan penyesuaian bunga deposito secara agresif sejauh ini.
Dalam menentukan arah suku bunga, Allo Bank melakukan pendekatan yang fleksibel dan berbasis kebutuhan bisnis. Jadi, tak sekadar merespons perubahan suku bunga acuan. Dus, kalaupun ada penyesuaian bunga deposito, Destya bilang bakal dilakukan secara bertahap dan selektif berdasarkan tenor atau segmen nasabah. Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra mengaku pihaknya bakal fokus pada penguatan dana murah melalui inovasi produk digital saving yang dikembangkan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News