Erajaya bidik penjualan Rp 23,5 T di 2017



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membidik penjualan sampai akhir tahun mencapai Rp 23,5 triliun. Target tersebut lebih tinggi dari pendapatan tahun sebelumnya yang ada di angka Rp 20 triliun. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan berkode saham ERAA di Bursa Efek Indonesia itu terus berekspansi, di antaranya dengan mengembangkan penjualan di segmen Internet of Things (IoT).

Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing dan Komunikasi Erajaya mengatakan, perusahaannya sudah dipercaya memegang tiga brand IoT global yang meliputi GoPro, Garmin Wearable, dan DJI. Untuk menggenjot penjualan IoT, pihaknya telah membuka toko lifestyle technology dengan brand Urban Republic. "Tahun ini kami sudah buka lima, tahun depan kami akan buka lima lagi," ujar pria yang akrab disapa Koko di Jakarta, Rabu (13/12). Namun begitu, Koko enggan menyebutkan berapa nilai investasi dalam pembukaan outlet tersebut. Yang jelas, tahun ini Erajaya menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 100 miliar, yang hampir semuanya terserap untuk pengembangan outlet.

Ke depan, Erajaya juga akan menambah pasar baru, khususnya di secondary dan tersier market yang ada di wilayah kabupaten untuk lebih memperkenalkan produk IoTnya, seperti di daerah Jombang dan Karanganyar. "Penambahan ritel tahun depan akan cukup agresif," imbuhnya. Hingga saat ini, Erajaya Group sudah memiliki lebih dari 700 outlet. Koko merinci, dari total 700 outlet tersebut, ada berbagai macam jenis outlet, yakni Eraphone yang ditujukan untuk multi brand, Urban Republic untuk IoT, Branded Store yang merupakan hasil kerja sama dengan principal, serta jenis outlet yang merupakan hasil kerja sama dengan operator seperti Grapari. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini