Erajaya ekspansi lewat iBox



JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk telah menuntaskan pembelian hak atas merek iBox demi memperluas sayap bisnisnya. Selain mengembangkan iBox, tahun ini, perusahaan distrubutor ponsel ini juga akan menambah 60 gerai baru Erafone.

Erajaya melalui salah satu anak perusahaannya, PT Data Citra Mandiri (DCM) telah meneken perjanjian bersyarat dengan Grandoff International Limited pada 30 Mei 2012.

Perjanjian itu mengatur pembelian hak merek iBox dan hak opsi untuk membeli sistem dan bisnis ritel reseller Apple di Indonesia itu dengan harga US$ 16 juta. Di waktu yang sama, anak perusahaan yang 99,98% sahamnya dimiliki Erajaya tersebut juga meneken perjanjian bersyarat untuk membeli sistem dan bisnis ritel dari PT Hidup Gaya Digital selaku pemegang hak usaha iBox senilai US$ 2 juta.


"Perkembangan gadget luar biasa, dan Apple merupakan brand yang cukup kuat di pasar," ujar Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing dan Komunikasi Erajaya, Senin (4/6) kemarin.

Menurutnya, pembelian itu akan menambah portofolio produk sehingga bisnis Erajaya bakal kian luas. Sekadar tahu, sampai kini iBox memiliki 20 outlet di Indonesia. Namun untuk langkah awal, Erajaya akan fokus membenahi manajemen iBox lebih dahulu.

Sebagai pemain lama di distribusi ponsel dan produk terkait, Erajaya memiliki lima anak perusahaan. Kelimanya memegang izin distribusi 10 merek ponsel dari luar negeri dan satu merek sendiri. Erajaya pun mengimpor ponsel melalui tiga anak usahanya. Merek ponsel yang diimpornya antara lain Nokia, BlackBerry, Samsung, Sony Mobile, Huawei, dan Serena.

Ada juga anak usaha yang khusus mengurus bisnis operator seluler yaitu PT Prakarsa Prima Sentosa dan PT Data Media Telekomunikasi. Lewat dua bendera ini, perseroan menjadi distributor bagi operator Telkomsel, XL, Axis, dan Esia. Sedangkan melalui PT Sinar Eka Selaras (SES), Erajaya memegang hak distribusi merek Acer, Dell, Motorola, dan LG.

Kemudian, anak usaha lainnya, PT Erafone, menangani bisnis ritel perseroan. Erafone memiliki tiga jenis outlet. Pertama, adalah special store, yakni gerai ritel yang bekerjasama langsung dengan prinsipal seperti Blackberry dan Apple.

Kedua, perseroan juga memiliki ritel sendiri yakni gerai multibrand bernama Erafone. Ketiga, adalah Erafone Mega Store. Outlet ini menjual semua brand milik perseroan. "Kami mensinergikan semua merek dalam satu atap, yaitu Erafone Mega Store," jelas Djatmiko.

Hingga akhir 2011, perseroan memiliki outlet ritel sebanyak 279 unit. Selain itu, mereka juga memiliki 86 titik distribusi dan lebih dari 17.000 jaringan reseller di seluruh

Indonesia. Rencananya, tahun ini perseroan akan menambah 60 outlet ritel lagi. "Enam outlet di antaranya berupa mega store," ujar Djatmiko. Untuk mendanai ekspansi, Erajaya menggarkan belanja modal (capex) sebesar US$ 12 juta. Dana itu untuk membangun 60 outlet Erafone dan membuka titik distribusi baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri