Erajaya (ERAA) Diproyeksi Tumbuh di Kuartal II Berkat Momen Lebaran & Rajin Ekspansi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) diperkirakan tetap tumbuh positif pada kuartal II-2026, ditopang momentum konsumsi musiman serta ekspansi bisnis yang berkelanjutan, meski tekanan terhadap margin masih menjadi perhatian.

Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory, menilai permintaan produk elektronik, khususnya smartphone dan gadget, masih akan terdorong oleh momentum Ramadan dan Lebaran.

"Salah satu penopang utamanya tentu datang dari momentum Ramadan dan Lebaran yang biasanya mendorong permintaan smartphone, gadget, dan elektronik," ujar Ekky kepada Kontan, Senin (13/4/2026).


Baca Juga: SR024 Lebih Laris dari ORI029, Ini Alasan Investor Lebih Antusias

Ekky menyebut terdapat dua sisi sentimen yang dapat diperhatikan. Dari sisi positif, ada momentum konsumsi, ekspansi gerai, dan kontribusi bisnis non-handset yang terus tumbuh. 

Selain itu, ia menyoroti ekspansi gerai yang masih agresif pada awal 2026 sebagai sinyal positif bahwa perusahaan terus memperluas jangkauan pasar. Pertumbuhan juga didukung oleh kontribusi bisnis non-handset yang kian meningkat.

Senada, Muhamad Heru Mustofa, analis Phintraco Sekuritas, menilai ERAA akan terus mengembangkan ekosistem ritel terintegrasi melalui ekspansi terukur, peningkatan pengalaman pelanggan, serta penguatan portofolio merek.

Secara historis, ERAA konsisten memperluas jaringan ritelnya. Hingga tahun fiskal 2025, perusahaan telah mengoperasikan sekitar 2.333 gerai ritel yang didukung oleh 70 pusat distribusi.

Menurut Ekky, strategi ekspansi ini berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan dalam jangka panjang, seiring meningkatnya penetrasi pasar dan peluang cross-selling antar lini bisnis.

Namun, ia mengingatkan bahwa ekspansi tidak serta-merta meningkatkan profitabilitas dalam jangka pendek. Pembukaan gerai baru membutuhkan investasi awal dan meningkatkan beban operasional.

“Ke depan, kunci pertumbuhan ERAA terletak pada produktivitas gerai baru, efisiensi rantai pasok, dan kualitas eksekusi bisnis,” kata Ekky.

Baca Juga: Sigma Energy (SICO) Bagi Dividen Rp 1,82 Miliar, Intip Jadwal Lengkapnya

Dari sisi rekomendasi, Ekky memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp 450–Rp 500 per saham. Sementara itu, Heru juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 565 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News