KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (
ERAA) berencana melaksanakan aksi pembelian kembali atau buyback saham dengan periode pelaksanaan mulai 4 September hingga 4 Desember 2026. ERAA menyiapkan dana sebanyak-banyaknya senilai Rp 500 miliar, termasuk biaya perantara perdagangan efek dan biaya lain yang berkaitan dengan buyback saham. Jumlah lembar saham yang akan dibeli ialah maksimal 797,5 juta atau mewakili 5% dari total modal disetor.
Baca Juga: JP Morgan Proyeksi IHSG Mendarat di 7.000 hingga Akhir Tahun 2026 Head of Legal & Corporate Secretary ERAA, Amelia Allen mengatakan, perseroan berencana menggunakan kas internal untuk membiayai program buyback saham.
"Maksimal jumlah buyback saham ialah Rp 500 miliar, sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham," kata Amelia di keterbukaan informasi, Kamis (3/9/2026). Penggunaan dana internal untuk buyback saham ini akan berdampak langsung pada penurunan aset dan ekuitas perseroan sebesar nilai transaksi tersebut, ditambah dengan biaya-biaya terkait pelaksanaan pembelian kembali saham, seperti biaya pedagang perantara dan biaya lainnya. Meskipun terjadi penurunan pada sisi aset dan ekuitas, ERAA menegaskan bahwa dampak transaksi ini terhadap biaya operasional tidak akan bersifat material. Dengan demikian, kinerja laba-rugi ERAA diproyeksikan tetap sejalan dengan target yang telah ditetapkan.
Adapun menurut proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025, pos total Aset dan ekuitas, masing-masing berkurang sebesar Rp 500 miliar sebagai konsekuensi langsung dari penggunaan kas internal untuk pembelian kembali saham. Sementara itu, Laba Bersih dan Laba per Saham (EPS) diproyeksikan tidak mengalami perubahan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News