Erajaya (ERAA) Siapkan Strategi Genjot Pertumbuhan Bisnis di Semester II-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi bisnis di paruh kedua tahun ini. 

Perusahaan ini tetap fokus menjaga pertumbuhan melalui penguatan fundamental bisnis, ekspansi jaringan ritel, serta peningkatan efisiensi operasional.

Head of Legal Counsel & Corporate Affair ERAA, Amelia Allen, mengatakan realisasi kinerja hingga semester I-2026 menunjukkan perkembangan yang positif dan masih sejalan dengan target perusahaan.


Baca Juga: Staf Kepresidenan: Ada Lebih dari 100 Kapal Tertahan Efek Ekspor Logam Tanah Jarang

“Perseroan juga terus menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Pendekatan ini memungkinkan Perseroan untuk tetap responsif terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus menjaga fundamental bisnis yang sehat," ujar Amelia kepada Kontan pada Rabu (28/7/2026). Mengutip laporan keuangan, ERAA membukukan penjualan sebesar Rp 42,90 triliun, melonjak 22,39% secara year on year (yoy) pada semester I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 35,05 triliun. Secara rinci, penjualan dari segmen telepon selular dan tablet mencapai Rp 32,45 triliun, komputer dan elektronik konsumen Rp 2,4 triliun, produk active dan lifestyle Rp 1,74 triliun, serta penjualan dari aksesoris dan lain-lain tercatat Rp 6,3 triliun. Sementara untuk laba bersih, tercatat sebesar Rp 784,02 miliar atau tumbuh 37,96% dibandingkan Rp 568,30 miliar pada semester I-2025. 

Memasuki semester kedua, ERAA terus mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan perubahan perilaku konsumen. 

Ia menambahkan, fokus utama perusahaan adalah menjaga kualitas eksekusi di seluruh lini usaha melalui penguatan fundamental bisnis, optimalisasi portofolio, serta pengelolaan operasional yang disiplin. Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kinerja perseroan di tengah dinamika industri.

Baca Juga: XPENG Unjuk Ekosistem Mobilitas Berbasis AI di Ajang GIIAS 2026

Di sisi ekspansi, ERAA tetap melanjutkan pengembangan jaringan ritel sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses terhadap produk dan layanan. Pengembangan jaringan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi pasar dan kebutuhan masing-masing vertikal bisnis.

Dari sisi investasi, belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini difokuskan untuk mendukung pengembangan bisnis, mulai dari perluasan jaringan ritel, peningkatan kapabilitas operasional, penguatan infrastruktur digital, hingga investasi yang menunjang efisiensi dan produktivitas.

"Realisasi belanja modal dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan bisnis dan prioritas investasi Perseroan. Dalam pelaksanaannya, Perseroan tetap mengedepankan prinsip disiplin investasi agar setiap pengeluaran dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha," ungkap Amelia.

Selain ekspansi gerai, ERAA tetap berfokus pada peningkatan produktivitas gerai yang telah beroperasi, memperkuat portofolio produk dan layanan, serta mengoptimalkan strategi omnichannel guna meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan.

Di saat yang sama, perusahaan tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan biaya serta meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini bisnis sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental usaha di tengah dinamika pasar.

Baca Juga: Marketing Sales Lippo Karawaci (LPKR) Capai Rp 3,7 Triliun pada Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News