Erajaya (ERAA) Sudah Serap Capex Rp 472 Miliar Hingga Saat Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama tahun 2023, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) gencar menambah gerai. ERAA telah meresmikan 323 gerai baru dari total empat vertical business yang mereka miliki. 

“Di tahun ini kami mencanangkan akan membangun 400 gerai baru dari berbagai merek ritel,” ungkap Djunadi Satrio, Head of Corporate Communications Erajaya Group saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (25/09).

Pada awal tahun 2023, ERAA menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 700 miliar. Adapun hingga lewat semester pertama di tahun ini, ERAA telah menyerap dana capex Rp 472 miliar.


“Dana ini sebagian besar digunakan untuk pembukaan toko baru,” tambah Djunadi.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Erajaya (ERAA) Saat Kenaikan Penjualan Belum Mengangkat Laba

Dia menyebut, kontribusi pendapatan terbesar ERAA masih berasal Erajaya Digital. “Lini bisnis perseroan lain yang turut mendongkrak kinerja yaitu melalui vertikal bisnis lainnya seperti Erajaya Active Lifestyle, Erajaya Food & Nourishment dan Erajaya Beauty & Wellness,” imbuh Djunadi.

Erajaya baru saja meresmikan Erajaya Digital Complex atau EDC pada 16 September 2023. Erajaya Digital Complex ini menempati tanah seluas 2 hektare di wilayah Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) dengan mengusung konsep perbelanjaan semi open air dengan gerai-gerai yang saling terhubung koridor.

Erajaya Digital Complex diklaim sebagai pusat gaya hidup digital dengan pengalaman one stop shopping di dalam retail space yang terbesar dan lengkap.

Kemudian, jika melihat kinerja keuangan, ERAA juga berhasil mempertahankan pertumbuhan positif yang tercermin dari peningkatan penjualan bersih sebesar 23,5% year on year (YoY) menjadi Rp 28,9 triliun pada akhir semester I-2023.

 
ERAA Chart by TradingView

Penjualan bersih Eeajaya pada semester pertama 2023 didominasi oleh penjualan ponsel dan tablet yakni sebesar Rp 23,37 triliun. Kemudian disusul oleh penjualan aksesoris dan lainnya sebesar Rp 3,22 triliun, penjualan produk operator sebesar Rp 1,4 triliun, dan penjualan komputer dan peralatan elektronik lainnya sebesar Rp 863 miliar. 

Selain itu, ERAA juga mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 458,7 miliar pada semester I-2023. Laba ERAA turun 9,6% YoY dibandingkan dengan semester I-2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari