Erajaya tunggu Pilpres usai untuk tentukan target penjualan tahun ini



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. CEO Erajaya Swasembada Tbk, Hasan Aula, mengaku menunggu selesainya momen Pemilihan Presiden (Pilpres) untuk membuka target penjualan dan strategi penjualan perusahaan tahun ini.

Namun perusahaan yang berdiri sejak 1996 dan melantai di bursa pada 2011 ini, melihat Click and Pick Up sebagai salah satu fitur andalan di Erafone, salah satu anak perusahaan Erajaya.

Ditemui dalam acara Penandatanganan Kerjasama Signify dan Erajaya, di Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (5/4), Hasan menyebutkan penjualan Erajaya pada 2018 mengalami kenaikan mencapai Rp 11 triliun atau sekitar 34% di angka Rp 34,74 triliun.


Pendapatan ini dihasikan dari penjualan telepon seluler dan tablet, yang mencapai Rp 28,85 triliun atau menyumbang 83,05% terhadap total penjualan. Hasan menyebut, hampir semua brand menyumbang penjualan yang apik. Tetapi untuk proyeksi penjualan tahun ini, dirinya belum berani mengeluarkan pernyataan lebih banyak.

"Beberapa bulan terakhir, perkembangan dan penjualan sektor mengalami perlambatan (slow down). Kami masih optimis, namun masih mau menunggu sampai Pilpres selesai," tuturnya kepada Kontan, Jumat (5/4).

Dirinya menambahkan, situasi pasar jelang Pemilu saat ini masih bergejolak dan kurang kondusif. Sehingga menyebabkan pihaknya menunggu waktu tepat untuk merancang target penjualan, hingga alokasi penggunaan dana belanja modal tahun ini.

"Jika bicara strategi, hal yang sudah tercapai adalah membuka 300 toko lebih, mengembangkan IoT (Internet of Things) terintegrasi, melakukan penetrasi ke daerah second tier (kabupaten atau kecamatan), hingga bekerjasama dengan pihak lain untuk distribusi, baik secara online maupun offline," jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyebut fitur 'Click and Pick Up' yang tersedia pada Erafone, salah satu anak perusahaan Erajaya, berpotensi menjadi andalan karena hasilnya dianggap bagus.

"Kami baru mulai mengaktifkan Click and Pick Up, konsumen dapat langsung membeli produk yang diinginkan di Erafone, melakukan pembayaran, dan diantar langsung. Walau belum lama diberlakukan, catatannya cukup bagus," jelasnya walau tidak menyebutkan angka secara pasti.

Dirinya kembali menegaskan, Erajaya baru berani membuka data keuangan dan membagikan strategi penjualan perusahaan saat keadaan pasar dirasa lebih tenang usai Pemilu. "Pemberitahuannya masih menunggu pasar kondusif, usai Pemilu," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini