ISTANBUL. Perdana Menteri Turki, Tayip Recep Erdogan, mulai berkaca dari Tunisia, Libia dan Mesir. Penguasa di tiga negara itu terjungkal oleh gerakan revolusi rakyat. Salah satu wadah yang menyatukan para demonstran adalah media sosial. Media sosial, seperti Facebook dan Twitter mampu mempertemukan para demonstran di dunia maya. Dari sini, demonstran turun ke jalan hingga akhirnya menjatuhkan para penguasa: Ben Ali di Tunisia, Husni Mubarak di Mesir dan Muammar Khadafi di Libia. Musim Semi Arabpun bergulir. Erdogan tak ingin bernasib sama dengan para penguasa di ketiga negara tersebut. Pekan lalu atau sembilan hari sebelum pemilu lokal, Pemerintah Turki memblokir akses Twitter. Tindakan pemblokiran setelah Erdogan mengatakan, Twitter telah mengabaikan perintah pengadilan untuk menghapus konten yang mengungkapkan kasus korupsi pemerintahan Erdogan.
Erdogan tak ingin musim semi Arab menerpa Turki
ISTANBUL. Perdana Menteri Turki, Tayip Recep Erdogan, mulai berkaca dari Tunisia, Libia dan Mesir. Penguasa di tiga negara itu terjungkal oleh gerakan revolusi rakyat. Salah satu wadah yang menyatukan para demonstran adalah media sosial. Media sosial, seperti Facebook dan Twitter mampu mempertemukan para demonstran di dunia maya. Dari sini, demonstran turun ke jalan hingga akhirnya menjatuhkan para penguasa: Ben Ali di Tunisia, Husni Mubarak di Mesir dan Muammar Khadafi di Libia. Musim Semi Arabpun bergulir. Erdogan tak ingin bernasib sama dengan para penguasa di ketiga negara tersebut. Pekan lalu atau sembilan hari sebelum pemilu lokal, Pemerintah Turki memblokir akses Twitter. Tindakan pemblokiran setelah Erdogan mengatakan, Twitter telah mengabaikan perintah pengadilan untuk menghapus konten yang mengungkapkan kasus korupsi pemerintahan Erdogan.