Erik Ten Hag Buka Suara soal Konfliknya dengan Cristiano Ronaldo di MU, Apa Katanya?



KONTAN.CO.ID - Mantan pelatih Manchester United Erik ten Hag menuding Cristiano Ronaldo mengecewakan tim saat menjalani periode keduanya bersama klub berjuluk Setan Merah tersebut.

Ten Hag menilai, kondisi kebugaran dan persiapan Ronaldo menjadi penyebab utama kesulitan sang penyerang pada musim 2022/2023.

Ronaldo kembali ke Manchester United pada 2021 setelah meninggalkan klub tersebut pada 2009 untuk bergabung dengan Real Madrid.


Baca Juga: Penerimaan Cukai Anjlok, Australia Bendung Rokok Ilegal dan Kejahatan Terorganisasi

Sebelumnya, pemain asal Portugal itu sukses meraih tiga gelar Premier League di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Namun, hubungan Ronaldo dengan Manchester United kembali berakhir pada November 2022. Di bawah kepemimpinan Ten Hag, Ronaldo hanya mencetak satu gol dalam 10 penampilan di Premier League musim 2022/2023 sebelum meninggalkan klub.

"Dia mengecewakan tim dan juga mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana dengan dirinya," ujar Ten Hag dalam wawancara dengan The Athletic yang dipublikasikan pada Selasa (20/10).

Ten Hag mengatakan dirinya telah beberapa kali berbicara langsung dengan Ronaldo mengenai performanya di lapangan.

Menurut dia, Ronaldo tidak mampu menempatkan diri di posisi yang tepat untuk mencetak gol.

Baca Juga: Usai Alami Gangguan, Layanan Google Cloud di London Kembali Normal

"Saya sering mengatakan, 'Ronnie, semua orang ingin bekerja untuk membawamu ke posisi yang tepat, tetapi jika kamu tidak bisa masuk ke kotak penalti, kamu tidak bisa mencetak gol.' Dia tidak mampu melakukan itu," kata Ten Hag.

Pelatih asal Belanda tersebut juga membantah anggapan bahwa dirinya menuntut Ronaldo untuk melakukan pressing secara berlebihan hingga kelelahan. Ten Hag justru menilai persoalan utamanya terletak pada persiapan sang pemain.

"Keliru jika mengatakan saya mengharapkan dia melakukan pressing hingga kelelahan. Dia tidak mampu melakukannya. Dia tidak berlari, baik ketika tim menguasai bola maupun ketika tidak menguasai bola. Alasannya adalah karena dia tidak mempersiapkan dirinya," ujar Ten Hag, yang dipecat Manchester United pada 2024.

Meski demikian, Ten Hag tetap mengakui posisi Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.

Baca Juga: Perusahaan Teknologi Raksasa Tiongkok Mengimpor US$ 35 Miliar Cip Canggih Nvidia

Dia mengatakan, keputusan yang diambilnya saat itu didasarkan pada pertimbangan profesional sebagai pelatih.

"Jelas, dia adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Saya sangat menghormatinya. Namun, saat itu, sebagai manajer, saya harus mengambil keputusan secara rasional dan mempertahankan pemain yang saya kagumi di dalam tim," kata Ten Hag.

Setelah meninggalkan Manchester United, Ronaldo bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Nassr, pada Desember 2022.

Dia langsung menunjukkan produktivitas dengan mencetak 14 gol liga dalam 16 penampilan hingga akhir musim tersebut.

Di luar karier klub, Ronaldo juga menghadapi persoalan di tim nasional Portugal. Federasi sepak bola Portugal menjatuhkan larangan bermain selama 30 hari pada Senin (19/10), setelah sang pemain meninggalkan pemusatan latihan tim nasional menyusul perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus.

Baca Juga: Penjualan SUV Listrik Volkswagen di China Lesu, Kemitraan Xpeng Belum Berbuah Manis

Penyerang berusia 41 tahun itu dijadwalkan tampil bersama Al-Nassr dalam pertandingan Saudi Pro League pada Selasa (20/10).

Ronaldo juga masih mengejar pencapaian 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya, dengan kekurangan 19 gol dari target tersebut.

Reuters menyebut telah menghubungi perwakilan Ronaldo untuk meminta tanggapan atas pernyataan Ten Hag.