KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diperpanjang akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan bandara yang semula berlaku hingga pukul 05.30 WIB diperpanjang sampai pukul 09.30 WIB, Minggu (6/9). Perpanjangan dilakukan setelah hasil paper test kembali menunjukkan indikasi abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta. Pengujian terbaru dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05-06.35 WIB. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan, penutupan awal dilakukan berdasarkan NOTAM A3341/26 pada pukul 01.30-05.30 WIB. Setelah hasil pengujian terbaru keluar, penutupan diperpanjang melalui NOTAM A3344/26. Baca Juga: Penerbangan di Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, 33 Jadwal Penerbangan Terganggu Dampak gangguan penerbangan juga cukup besar. Ditjen Perhubungan Udara mencatat 209 pergerakan penerbangan terdampak berdasarkan periode penutupan 01.30-09.30 WIB. Jumlah penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang. Selain itu, terdapat 170 pesawat Remain Over Night (RON) di area apron. Seluruh pesawat tersebut dipastikan dalam kondisi aman. Rinciannya, sebanyak 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat berada di area kargo. Pemerintah terus memantau kondisi abu vulkanik dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. “Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” kata Lukman dalam holding statement Ditjen Perhubungan Udara, Minggu (6/9). Gangguan penerbangan juga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap operasional penerbangan. Pemerintah mewaspadai dampaknya terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal. Berdasarkan pembaruan sebelumnya, sebanyak 33 penerbangan telah terdampak. Pada penerbangan internasional, terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang. Sementara itu, penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute terdampak mencakup Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Untuk penerbangan domestik, rute terdampak mencakup Lampung, Denpasar, dan Surabaya. Adapun Makassar menjadi rute domestik dengan pergerakan terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan.
Erupsi Anak Krakatau, Bandara CGK Tutup hingga 09.30 WIB, 22.798 Penumpang Terdampak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diperpanjang akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan bandara yang semula berlaku hingga pukul 05.30 WIB diperpanjang sampai pukul 09.30 WIB, Minggu (6/9). Perpanjangan dilakukan setelah hasil paper test kembali menunjukkan indikasi abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta. Pengujian terbaru dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05-06.35 WIB. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan, penutupan awal dilakukan berdasarkan NOTAM A3341/26 pada pukul 01.30-05.30 WIB. Setelah hasil pengujian terbaru keluar, penutupan diperpanjang melalui NOTAM A3344/26. Baca Juga: Penerbangan di Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, 33 Jadwal Penerbangan Terganggu Dampak gangguan penerbangan juga cukup besar. Ditjen Perhubungan Udara mencatat 209 pergerakan penerbangan terdampak berdasarkan periode penutupan 01.30-09.30 WIB. Jumlah penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang. Selain itu, terdapat 170 pesawat Remain Over Night (RON) di area apron. Seluruh pesawat tersebut dipastikan dalam kondisi aman. Rinciannya, sebanyak 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat berada di area kargo. Pemerintah terus memantau kondisi abu vulkanik dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. “Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” kata Lukman dalam holding statement Ditjen Perhubungan Udara, Minggu (6/9). Gangguan penerbangan juga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap operasional penerbangan. Pemerintah mewaspadai dampaknya terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal. Berdasarkan pembaruan sebelumnya, sebanyak 33 penerbangan telah terdampak. Pada penerbangan internasional, terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang. Sementara itu, penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute terdampak mencakup Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Untuk penerbangan domestik, rute terdampak mencakup Lampung, Denpasar, dan Surabaya. Adapun Makassar menjadi rute domestik dengan pergerakan terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan.