KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menyebut aktivitas pariwisata dan operasional hotel di Jawa Barat masih berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, pelaku industri terus memantau perkembangan erupsi, terutama terkait sebaran abu vulkanik, kondisi transportasi udara, serta mobilitas wisatawan. Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi mengatakan, dampak erupsi terhadap sektor pariwisata Jawa Barat sejauh ini lebih bersifat tidak langsung. Gangguan terutama berpotensi muncul dari sisi konektivitas transportasi dan mobilitas wisatawan, bukan karena destinasi wisata di Jawa Barat secara keseluruhan berada dalam kondisi tidak aman. "Kami melihat kondisi ini perlu disikapi secara proporsional. Keselamatan wisatawan, masyarakat, dan pekerja tetap menjadi prioritas utama, namun kita juga tidak ingin informasi mengenai erupsi menimbulkan kepanikan yang berlebihan," ujar Dodi, kepada Kontan.co.id, Minggu (6/9/2026).
Erupsi Anak Krakatau, PHRI Jawa Barat Pantau Okupansi dan Pembatalan Hotel
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menyebut aktivitas pariwisata dan operasional hotel di Jawa Barat masih berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, pelaku industri terus memantau perkembangan erupsi, terutama terkait sebaran abu vulkanik, kondisi transportasi udara, serta mobilitas wisatawan. Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi mengatakan, dampak erupsi terhadap sektor pariwisata Jawa Barat sejauh ini lebih bersifat tidak langsung. Gangguan terutama berpotensi muncul dari sisi konektivitas transportasi dan mobilitas wisatawan, bukan karena destinasi wisata di Jawa Barat secara keseluruhan berada dalam kondisi tidak aman. "Kami melihat kondisi ini perlu disikapi secara proporsional. Keselamatan wisatawan, masyarakat, dan pekerja tetap menjadi prioritas utama, namun kita juga tidak ingin informasi mengenai erupsi menimbulkan kepanikan yang berlebihan," ujar Dodi, kepada Kontan.co.id, Minggu (6/9/2026).
TAG: