Erupsi Anak Krakatau Tekan Bisnis Maskapai, Biaya Operasional Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional penerbangan. Kondisi tersebut berpotensi menekan pendapatan sekaligus meningkatkan biaya maskapai. Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara per 6 September 2026 pukul 05.30 WIB, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak. Sebanyak 22.798 penumpang juga terdampak akibat gangguan tersebut. Gangguan penerbangan mencakup pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan penerbangan. Kondisi tersebut membuat maskapai perlu menyesuaikan jadwal dan rotasi pesawat.

Baca Juga: Indonesia Tawarkan 138 Blok Migas kepada Rusia, Bidik Investasi dan Teknologi Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan, gangguan penerbangan memberikan tekanan ganda bagi maskapai. “Kerugian maskapai itu dobel, pendapatan hilang dan biaya operasional meningkat,” ujar Bayu kepada KONTAN, Minggu (6/9). Menurut Bayu, pembatalan penerbangan dapat menghilangkan potensi pendapatan. Sementara itu, maskapai tetap menanggung biaya operasional dan penanganan penumpang terdampak. Gangguan juga dapat memengaruhi rotasi pesawat dan jadwal penerbangan berikutnya. Dampaknya berpotensi merembet ke penerbangan lain dalam jaringan maskapai. Karena itu, INACA mendorong adanya fleksibilitas operasional selama gangguan berlangsung. Fleksibilitas tersebut dapat mencakup penggunaan bandara alternatif serta penyesuaian slot penerbangan. “Perlu fleksibilitas operasional dan relaksasi slot serta biaya bandara,” lanjut Bayu. Menurut Bayu, durasi gangguan menjadi faktor penting terhadap besarnya dampak ekonomi. Semakin lama erupsi dan sebaran abu mengganggu penerbangan, semakin besar tekanan terhadap maskapai. “Kalau berlangsung lebih dari lima hari, dampak ekonominya bisa tembus Rp100 miliar,” tandas Bayu. Bayu juga menilai kecepatan informasi mengenai sebaran abu dan fleksibilitas pengaturan rute menjadi penting. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan sekaligus membatasi dampak ekonomi terhadap maskapai.

Baca Juga: BULOG Perkuat Stok Beras, 110.000 Ton Disalurkan ke Pasar dan Ritel Modern


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News