Esa Medika Mandiri (EMMI) Target Pendapatan Tumbuh 10% pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menargetkan pendapatan dan laba naik setidaknya 10% pada tahun 2026.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, mengatakan, perseroan memasang strategi salah satunya dengan pengembangan usaha dari dana yang didapat dari aksi initial public offering (IPO).

Dalam IPO ini, EMMI menawarkan 522.857.000 saham baru atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.


Harga penawarannya di Rp 470 per saham. Sehingga, jumlah seluruh nilai penawaran ini mencapai sebesar Rp 245,74 miliar. 

Baca Juga: Esa Medika Mandiri (EMMI) Siap Melantai di Bursa, Incar Dana Segar Rp 269,27 Miliar

Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung pengembangan usaha EMMI.

Dana sebesar Rp 50 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman. Lalu, sekitar 6,4% untuk pembiayaan belanja modal pembangunan gedung pabrik Cikupa. 

Kemudian sekitar 72,3% untuk modal kerja, antara lain pembelian barang terkait proyek softloan serta pembelian bahan baku/persediaan untuk menunjang operasional bisnis.

“Luas Pabrik di Cikupa kira-kira 2.000 - 3.000 meter persegi. Itu rencananya membangun 2 atau 3 lantai,” katanya saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (8/7/2026).

Saat ini, pabrik di Cikupa memproduksi benang operasi dengan kapasitas produksi sekitar 4 juta piece per tahun. Pabrik baru yang akan dibangun itu ditargetkan akan selesai dan mulai berproduksi di kuartal III atau kuartal IV tahun 2027.

Baca Juga: Resmi Melantai Hari Ini (8/7), Saham Esa Medika Mandiri (EMMI) Naik 11,7%

Selain itu, EMMI juga fokus ke pekerjaan-pekerjaan yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan dan sejumlah lembaga pemerintah lainnya.

“Dan kami juga ada produk benang operasi itu yang baru berjalan tahun ini. Itu kami targetkan untuk bisa jualan juga ke rumah sakit swasta maupun pemerintah,” tambahnya.

Secara kinerja, Esa Medika Mandiri membukukan penjualan bersih sebesar Rp 454,64 miliar pada 2025, meningkat 18,11% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 384,93 miliar.

Laba bersih tahun berjalan meningkat 188,23% menjadi Rp 32,44 miliar pada 2025 dari Rp 11,25 miliar pada 2024.  

Perusahaan perdagangan besar alat laboratorium, farmasi dan kedokteran ini menjadi emiten kelima yang mencatatkan diri di BEI pada tahun 2026. 

Sebagai informasi, portofolio Esa Medika Mandiri mencakup peralatan medis atau capital equipment untuk mendukung layanan kritikal di ruang operasi, ICU (Intensive Care Unit), IGD (Instalasi Gawat Darurat), dan sistem sterilisasi. 

Baca Juga: Esa Medika Mandiri (EMMI) Incar Rp 269 Miliar Lewat IPO

Esa Medika Mandiri telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia, didukung oleh 1 kantor pusat, 2 pabrik, 4 kantor perwakilan, serta sales representative di berbagai wilayah.

“Dengan platform distribusi nasional ini, perseroan menargetkan dapat menjangkau lebih banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan, sekaligus memperluas pangsa pasar di segmen alat kesehatan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News