JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai bimbang, hadapi desakan untuk segera membuka keran ekspor konsentrat mineral tambang. Kini, pemerintah mulai mempertimbangkan untuk menghapus kewajiban pengusaha tambang membangun smelter. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, Rabu (30/9) mengatakan, pertimbangannya:pertama, jika pembangunan smelter untuk meningkatkan nilai tambah produk konsentrat tambang cuma mini, maka investasi smelter terlalu mahal, Kedua, jika ternyata jumlah cadangan jenis sumber daya alam mineral yang tersedia di Indonesia ternyata terbatas, pembangunan smelter tidak efisien bagi perusahaan tambang untuk mengolahnya sendiri di dalam negeri.
ESDM kaji ulang wajib bangun smelter
JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai bimbang, hadapi desakan untuk segera membuka keran ekspor konsentrat mineral tambang. Kini, pemerintah mulai mempertimbangkan untuk menghapus kewajiban pengusaha tambang membangun smelter. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, Rabu (30/9) mengatakan, pertimbangannya:pertama, jika pembangunan smelter untuk meningkatkan nilai tambah produk konsentrat tambang cuma mini, maka investasi smelter terlalu mahal, Kedua, jika ternyata jumlah cadangan jenis sumber daya alam mineral yang tersedia di Indonesia ternyata terbatas, pembangunan smelter tidak efisien bagi perusahaan tambang untuk mengolahnya sendiri di dalam negeri.