ESDM memacu target produksi batubara 2017



JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengerek target produksi batubara tahun ini, yang tadinya 413 juta ton menjadi 470 juta ton atau meningkat 13,8%. Revisi ini sejalan dengan hasil evaluasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang diajukan para penambang batubara.

Menurut Bambang Gatot Ariyono, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, revisi tersebut sejalan dengan hasil evaluasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang diajukan para penambang batubara.

Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Soalnya, dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), target produksi batubara tahun ini masih di angka 413 juta ton. "RKAB sudah selesai di angka 470 juta ton. Kami akan menginformasikan angka tersebut ke Bappenas," terangnya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/2).


Dia menjelaskan, rencana produksi dari para pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) sudah disetujui. Yang masih bisa berubah adalah target produksi dari pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). "Ada pertimbangan dari IUP yang baru naik ke atas. Tidak mungkin dimoratorium semua," tuturnya.

Produksi PTBA naik

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (PTBA) Adib Ubaidillah menyatakan, pihaknya juga berencana mengerek produksi batubara tahun ini dari 25 juta ton menjadi maksimal 32,5 juta ton. Agar bisa merealisasikan target tersebut, perusahaan pelat merah ini berharap mitra kerja, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI) bisa lebih optimal dalam mengangkut batubara di Palembang, Sumatra Selatan.

Asal tahu saja, KAI sudah memfasilitasi angkutan batubara Bukit Asam dari lokasi penambangan batubara di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, ke Pelabuhan Tarahan di Lampung. "Sejalan peningkatan PT KAI, kami akan menaikkan produksi tahun ini sekitar 25% sampai 30% dibandingkan tahun lalu," katanya ke KONTAN (26/3).

Sementara Febriati Nadira Head of Corporate Communication Division PT Adaro Energi, justru bilang, target produksi batubara perusahaan ini masih tetap. "Sesuai panduan tahun 2017 yaitu sebesar 52 juta ton - 54 juta ton," tandasnya.

Sedangkan Deputi Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai, peningkatan target produksi batubara sudah sesuai hitungan. Soalnya, realisasi produksi batubara sebelumnya tidak pernah pas dengan rencana yang dipatok setiap tahun. "Tingginya tingkat produksi batubara sudah mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak, termasuk pemerintah," terangnya.

Hendra menambahkan tingginya rencana produksi menunjukan rasa optimistis dari para pelaku usaha tambang batubara. Kondisi ini tercermin dari harga batubara yang mulai merangkak naik dari tingkat harga terendah pada pertengahan tahun lalu.

Tahun lalu, realisasi produksi batubara nasional 434 juta ton, naik 3,5% ketimbang target 419 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini