ESDM mimpikan Indonesia mandiri migas 2025



KONTAN.CO.ID - Sekjen Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susyanto menyatakan Indonesia memimpikan pada 2025 sudah mandiri minyak dan gas (migas) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Jika tidak ada penemuan potensi migas baru, proyeksi produksi minyak hingga 2050 akan terus menurun. Oleh karenanya, kami di Kementerian ESDM bermimpi tahun 2025 harus mandiri migas sehingga tidak impor lagi," kata Susyanto di sela kegiatan Migas Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang, Jawa Timur, Jumat (15/9).

Menurut Susyanto, di era 90-an, komoditas migas menyumbang kontribusi nomor dua setelah pajak. Sekarang, hasil ini menurun. Indonesia tak lagi bisa menggantungkan migas sebagai komoditas untuk pendapatan negara.


Pada tahun 2021, lanjutnya, diprediksi sektor migas masih mendominasi persentase pendapatan negara. Sementara di tahun 2025, sektor migas hanya akan digunakan sebesar 22% dari penggunaan sebelumnya sebesar 24,29%.

Fakta ini berbanding terbalik dengan posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki cadangan sumber daya minyak dan gas cukup besar. Saat ini, produksi migas sebesar 820 barrels of oil per day (BOPD). Hal ini tidak berbanding lurus dengan konsumsi migas sebesar 1,6 juta BOPD.

Sementara, pertumbuhan konsumsi migas meningkat mencapai 3% per tahun. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan, Indonesia masih mengimpor hingga 780 BOPD. "Kalau tidak ada lagi penemuan potensi baru, produksi migas kita akan terus menurun. Oleh karenanya harus melakukan eksplorasi dan berbagai upaya dengan harapan kebutuhan migas dalam negeri terpenuhi dan 2025 sudah mandiri migas," ujarnya.

Untuk mewujudkan Indonesia mandiri migas 2025 dan menuju Indonesia 2050, lanjutnya, ada banyak tantangan. Namun, kuncinya adalah pangan, energi dan air. "Untuk memperkuat ketiganya (pangan, air, energi) kuncinya adalah pertumbuhan yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia," ucapnya.

Selain itu, katanya, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang mendukung pertumbuhan, inovasi dan teknologi dalam mendorong pemanfaatan sumber daya, kualitas SDM yang handal untuk bersaing secara global, serta ketahanan pangan dan energi.

Menyinggung Program Migas Go to Campus, Susyanto mengakui selain melakukan sosialisasi dan pemahaman terkait kebijakan dan kinerja ESDM di sektor migas kepada mahasiswa maupun dosen di perguruan tinggi, pihaknya juga mencari masukan serta ide-ide celemerlang dari sivitas akademika akan penemuan energi baru dan terbarukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia