KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mematangkan rencana substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) untuk sektor rumah tangga. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu menekan angka impor sekaligus memangkas beban subsidi energi nasional secara signifikan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman mengungkapkan, efisiensi dari penggunaan gas bumi domestik ini bisa menghemat anggaran subsidi yang selama ini dialokasikan untuk LPG. "Setelah dihitung-hitung tadi Pak Menteri menyampaikan sebenarnya masih tetap diperlukan adanya subsidi, tetapi subsidi itu berkurang tadi bisa 30-40% karena proses efisiennya kita CNG ini yang punya kita sendiri dibanding dengan kita harus impor," ujarnya dikutip dalam Podcast akun Youtube Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).
ESDM: Penggunaan CNG Berpotensi Kurangi Subsidi LPG hingga 40%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mematangkan rencana substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) untuk sektor rumah tangga. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu menekan angka impor sekaligus memangkas beban subsidi energi nasional secara signifikan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman mengungkapkan, efisiensi dari penggunaan gas bumi domestik ini bisa menghemat anggaran subsidi yang selama ini dialokasikan untuk LPG. "Setelah dihitung-hitung tadi Pak Menteri menyampaikan sebenarnya masih tetap diperlukan adanya subsidi, tetapi subsidi itu berkurang tadi bisa 30-40% karena proses efisiennya kita CNG ini yang punya kita sendiri dibanding dengan kita harus impor," ujarnya dikutip dalam Podcast akun Youtube Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).