ESDM Targetkan Proyek Pembangkit Sampah Mulai Beroperasi 2027



KONTAN,CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/PSEL) mulai beroperasi pada 2027. 

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, penanganan sampah kini dipantau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, mengingat hampir seluruh kota besar di Indonesia menghadapi persoalan kelebihan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA).

"Ini boleh dibilang di beberapa kota besar ini krisis sampah, krisis penanganan sampah. Jadi kita juga akan memprioritaskan, karena tanggung jawab dari Kementerian ESDM, bagaimana untuk sampah menjadi energi atau waste to energy itu bisa dilakukan,” ujar Yuliot di Jakarta, Selasa (3/2/2026).


Yuliot menyebut, terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi instrumen kunci untuk memecah kebuntuan pengelolaan sampah yang selama ini bertumpu pada TPA.

Baca Juga: Xolare RCR Energy (SOLA) Dukung Proyek Peningkatan Jalan Hauling Batubara RMKO

Salah satu poin krusial dalam beleid tersebut adalah kepastian skema finansial proyek, mulai dari besaran tipping fee hingga harga jual listrik. Pemerintah telah menyesuaikan tarif listrik PLTSa agar lebih menarik bagi investor.

Ya harga jual listrik itu kan sudah naik, itu sekitar 20 sen dolar,” kata Yuliot.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema subsidi untuk menutup selisih antara Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik PLN dengan biaya keekonomian proyek PSEL. Perhitungan subsidi akan dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas pembangkit dan struktur biaya agar tidak membebani anggaran negara.

Dalam peta jalan ESDM, pembangunan PLTSa akan dimulai melalui proses groundbreaking pada 2026. Dengan asumsi lahan telah tersedia, waktu konstruksi diperkirakan sekitar 1,5 hingga 2 tahun.

Dari groundbreaking kan biasanya penyesuaian sekitar 1,5 tahun-2 tahun apabila lahannya sudah tersedia. Diharapkan itu nanti sekitar 2027 sudah ada (PSEL) yang mulai beroperasi,” tegas Yuliot.

Baca Juga: Tambang Mangkrak Dua Tahun Terancam Diambil Alih Negara

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara serius dan terintegrasi. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Prabowo menyampaikan bahwa hampir seluruh TPA di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.

Pemerintah pun berencana memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota. Presiden meminta agar proses peletakan batu pertama proyek-proyek tersebut segera dilakukan.

Selanjutnya: Harga Emas Bangkit ke Dekat US$5.100 Rabu (4/2) Siang, Ketegangan AS–Iran Memanas

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Home Care 1-15 Februari 2026, Attack-Wipol Diskon hingga 35%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News