ESG Makin Jadi Perhatian, Tata Kelola Perusahaan Indonesia Masuk Babak Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) semakin menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola perusahaan di Indonesia.

Perubahan ekspektasi pemangku kepentingan, perkembangan regulasi, hingga meningkatnya perhatian terhadap dampak bisnis mendorong perusahaan mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam strategi dan pengambilan keputusan.

Perkembangan tersebut turut mendorong Veda Praxis dan Mitra Bhadra Consulting (MBC) memulai kemitraan strategis untuk memperkuat integrasi ESG dalam penerapan governance di Indonesia.


Baca Juga: Proper dan ESG Makin Terhubung, Ini Tantangan bagi Dunia Usaha

Kemitraan tersebut menggabungkan pengalaman Veda Praxis dalam membantu organisasi membangun dan menerapkan good corporate governance (GCG) dengan keahlian MBC di bidang ESG.

Kolaborasi diarahkan untuk membantu organisasi membangun tata kelola yang tidak hanya memastikan pengelolaan dan pengendalian berjalan efektif, tetapi juga mampu merespons faktor keberlanjutan yang semakin memengaruhi strategi, risiko, dan penciptaan nilai perusahaan.

CEO Veda Praxis Syahraki Syahrir mengatakan keberlanjutan kini semakin penting dalam cara organisasi menjalankan bisnis. Perusahaan tidak hanya dituntut menciptakan nilai, tetapi juga memahami dan mengelola dampak kegiatan usaha terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Melalui kemitraan ini, kami menggabungkan kapabilitas teknis Veda Praxis dalam governance dengan pengalaman MBC di bidang ESG untuk membantu organisasi menjawab tuntutan tersebut dan membangun governance yang mendukung ketahanan jangka panjang,” kata Syahraki, Kamis (1/10/2026).

Kemitraan tersebut diluncurkan melalui webinar bertajuk Governance Beyond Compliance: Creating Sustainable Value through Integrated GRC pada 30 September 2026. Forum tersebut membahas perkembangan tata kelola perusahaan dari penerapan GCG menuju pendekatan governance, risk, and compliance (GRC) yang terintegrasi serta semakin diperluas dengan perspektif ESG.

Founder & Senior Advisor MBC Mas Achmad Daniri mengatakan perusahaan perlu memperluas perhatian dari sekadar mengejar keuntungan menuju keseimbangan antara planet, people, dan profit.

“Kita perlu memaksimalkan tiga P, yaitu planet, people dan profit. Sudah banyak contoh yang menunjukkan bahwa fokus pada profit saja tidak bisa mewujudkan keberlanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Founder & GRC Partner Veda Praxis Dadan Gunawan menilai tantangan penerapan GRC di Indonesia antara lain masih adanya fungsi yang berjalan secara terpisah. Menurutnya, tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan perlu terhubung dengan tujuan serta strategi bisnis.

Perspektif tersebut diperkuat Senior Business Consultant MBC Irwan M Habsjah yang menekankan pentingnya memasukkan ESG dan GRC ke dalam proses perencanaan serta pengelolaan bisnis.

Menurut dia, ESG perlu jadi bagian dari business objective, sedangkan GRC berperan memastikan penerapannya berjalan secara terintegrasi.

Melalui kemitraan tersebut, Veda Praxis dan MBC akan mengembangkan kolaborasi untuk membantu organisasi menerjemahkan prinsip ESG ke dalam praktik governance, strategi, pengelolaan risiko, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan bisnis sekaligus mendorong penciptaan nilai jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News