KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran membayangi stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda memperingatkan, konflik ini akan memicu kenaikan harga minyak mentah secara signifikan yang berujung pada pembengkakan beban subsidi energi di dalam negeri. Huda mencatat, harga minyak saat ini sudah mulai merangkak naik ke level US$ 73 per barel, setelah sempat berada di angka US$ 65 per barel pada awal Februari. Ia memprediksi harga minyak global berpotensi menyentuh angka US$ 120 per barel, serupa dengan kondisi saat Rusia menginvasi Ukraina. "Apa yang dilakukan US, sama saja seperti yang dilakukan Rusia ke Ukraina yang akan menyebabkan gejolak global. Ditambah, konflik Iran bisa meluas pada penutupan jalur minyak di Selat Hormuz dan ada info Houthi akan masuk dalam perang ini yang membuat panas laut merah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (1/3/2026).
Eskalasi AS-Israel ke Iran Mengancam, Begini Efeknya ke Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran membayangi stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda memperingatkan, konflik ini akan memicu kenaikan harga minyak mentah secara signifikan yang berujung pada pembengkakan beban subsidi energi di dalam negeri. Huda mencatat, harga minyak saat ini sudah mulai merangkak naik ke level US$ 73 per barel, setelah sempat berada di angka US$ 65 per barel pada awal Februari. Ia memprediksi harga minyak global berpotensi menyentuh angka US$ 120 per barel, serupa dengan kondisi saat Rusia menginvasi Ukraina. "Apa yang dilakukan US, sama saja seperti yang dilakukan Rusia ke Ukraina yang akan menyebabkan gejolak global. Ditambah, konflik Iran bisa meluas pada penutupan jalur minyak di Selat Hormuz dan ada info Houthi akan masuk dalam perang ini yang membuat panas laut merah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (1/3/2026).
TAG: