Eskalasi Geopolitik Kembali Memanas, Harga Minyak Berpotensi Menuju US$ 100 per Barel



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI diproyeksi kembali menuju US$ 100 per barel setelah adanya penyerangan terhadap dua kapal asing yang membawa minyak di perairan Irak.

Mengutip Bloomberg, Kamis (12/3/2026) pukul 12.00 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2026 di New York Mercantile Exchange di level US$ 95,20 per barel, naik 11,9% dari sehari sebelumnya.

Sedangkan harga minyak mentah Brent berada di level US$ 100,77 per barel, naik 9,56% dari sehari sebelumnya. 


Baca Juga: Teladan Prima Agro (TLDN) Sewa PLTS, Nilai Transaksinya Hingga Rp 1,25 Triliun

Analis Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penyerangan dua kapal minyak yang dilakukan oleh Iran tersebut membuat ketegangan baru di Timur Tengah. 

“Kemungkinan besar harga minyak mentah WTI maupun harga minyak Brent ini akan kembali menuju US$ 100 per barel,” ujar Ibrahim, Kamis (12/3/2026). 

Selain itu, Presiden Donald Trump pada hari Rabu mengatakan bahwa Washington berada dalam kondisi yang baik dalam perang dengan Iran. Trump terus mengamati situasi di Selat Hormuz dan menerima informasi dari intelijen AS bahwa kepemimpinan Iran dan rakyatnya solid. Iran juga disebut terus menyerang wilayah Israel.  

“Ini yang membuat harga minyak mengalami penguatan yang signifikan,” kata Ibrahim. 

Baca Juga: Penjualan dan Laba Bersih HM Sampoerna (HMSP) Kompak Turun di Tahun 2025

Research and Development ICDX, Girta Putra Yoga menambahkan bahwa Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi kenaikan harga minyak hingga US$ 200 per barel, dan juga mengancam bahwa tidak akan mengizinkan aliran minyak melewati Selat Hormuz.

Juru bicara komando militer Iran, Ebrahim Zolfaqari mengatakan bahwa kapal atau tanker apa pun akan menjadi target yang sah. Komentar Zolfaqari tersebut menyusul serangan pasukan Garda Revolusi terhadap tiga kapal komersil yang melewati Selat Hormuz pada hari Rabu.

Turut menambah keyakinan bahwa eskalasi perang Iran masih akan terus meningkat lebih lanjut adalah komentar Presiden AS Donald Trump yang mengklaim keberhasilan AS menghancurkan 58 kapal angkatan laut Teheran sebagai kemenangan AS dalam perang Iran. Namun Trump menegaskan bahwa tugas AS belum selesai, dan AS akan tetap melanjutkan operasi militer sampai tugas itu selesai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News