Eskalasi Iran–Israel Ganggu Rute Penerbangan, Maskapai Perlu Tingkatkan Kewaspadaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memanasnya konflik Iran–Israel berdampak pada operasional penerbangan internasional yang melintasi kawasan Timur Tengah. Pemerintah mengimbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang aktif memantau informasi penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan maskapai penerbangan internasional untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

“Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang memantau perkembangan informasi,” ujar Dudy di Jakarta, Minggu (1/3/2026).


Baca Juga: GAPKI Catat Produksi CPO Nasional Naik 7,2% di Tahun 2025

Sejumlah maskapai asing dilaporkan membatalkan atau menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju kota-kota di Timur Tengah. Maskapai tersebut antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Ethiopian Airlines, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, IndiGo, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, serta Scoot.

Maskapai Saudia Airlines masih memantau kondisi sejumlah kota tujuan di Timur Tengah. Sementara Ethiopian Airlines tetap beroperasi, namun tidak melayani penerbangan ke Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).

Untuk maskapai nasional, Garuda Indonesia dan Lion Air yang melintasi ruang udara Timur Tengah disebut belum terdampak langsung. Penerbangan menuju Jeddah masih berjalan normal, sedangkan rute Garuda Indonesia menuju Amsterdam dialihkan melalui Kairo, Mesir.

Dudy menegaskan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta otoritas asing untuk memperbarui informasi keamanan wilayah Timur Tengah.

Baca Juga: AS Incar Mineral Kritis Indonesia, Potensi Penguasaan Pabrik Pemurnian Selain China

“Beberapa negara telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi,” katanya.

Negara-negara yang menutup ruang udara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Selain itu, Dudy meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan penanganan kepada penumpang terdampak sesuai prosedur, termasuk pembatalan dokumen perjalanan di imigrasi, pengaturan akomodasi, serta penjadwalan ulang penerbangan.

Ia juga memastikan operasional penerbangan di seluruh bandara di Indonesia, khususnya rute internasional, tetap berjalan aman dan lancar baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: