Eskalasi Timur Tengah, Komnas Haji Desak Pemerintah Jamin Keamanan Jemaah Umrah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Situasi di Timur Tengah memanas usai serangan udara Amerika-Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran terhadap keselamatan jemaah umrah asal Indonesia. 

Komisi Nasional (Komnas) Haji dan Umrah mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi puluhan ribu jemaah yang masih berada di Arab Saudi.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), saat ini tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.


Baca Juga: BPS Perkirakan Luas Panen Padi Mencapai 3,92 Juta Ha Pada Februari-April 2026

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, meminta Kementerian Agama menjalin komunikasi dengan kementerian terkait dan otoritas Arab Saudi. Menurutnya, kondisi perang yang serba tidak menentu ini mewajibkan negara hadir untuk melindungi warganya dari dampak konflik yang tidak terprediksi.

"Dalam kondisi perang yang masih serba tidak menentu tersebut Komnas Haji mendesak pemerintah untuk mengambil kebijakan dan langkah-langkah terukur terutama dalam memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada jemaah dari akibat dampak perang yang masih terus berkecamuk dan tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).

Mustolih juga menekankan perlunya penyiapan mitigasi dan rencana darurat (contingency plan), termasuk pembentukan crisis center, penyediaan tempat penampungan sementara, hingga skema penjemputan jemaah jika jalur udara masih terus ditutup.

Dia bilang, kehadiran negara sangat krusial karena tidak semua jemaah maupun biro jasa travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memiliki kemampuan finansial dan logistik yang memadai untuk bertahan dalam situasi krisis.

"Langkah-langkah tersebut penting karena kemampuan finansial dan persiapan logistik jemaah umrah berbeda-beda, ada yang pas-pasan dan terbatas karena tidak sesuai dengan rencana perjalanan. Begitu juga dengan kemampuan PPIU. Belum lagi di antara ribuan jemaah umrah tersebut juga ada yang melakukan umrah mandiri tanpa melalui biro jasa travel," imbuhnya.

Baca Juga: BPS: Emas Perhiasan Mengalami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-Turut

Komnas Haji juga mengimbau jemaah yang masih di Arab Saudi untuk mematuhi panduan dari pemerintah. Sementara bagi calon jemaah yang baru akan berangkat, disarankan untuk menunda keberangkatan sampai situasi benar-benar kondusif, mengingat tingginya risiko keamanan saat ini.

Eskalasi perang ini diprediksi menimbulkan kerugian besar bagi seluruh ekosistem umrah, mulai dari maskapai, akomodasi, hingga negara pengirim dan penerima. Padahal, animo umrah di bulan Ramadan sangat tinggi dengan perkiraan mencapai 5 juta jemaah dari seluruh dunia.

"Meski demikian belum ada hitungan berapa besar kerugiannya. Semoga perang ini segera berakhir," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News