Estika Tata Tiara (BEEF) Geber Infrastruktur untuk Genjot Produksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengolahan daging dan makanan beku dengan merek Kibif, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) tengah menggeber infrastruktur untuk menggenjot produksi.

Direktur Utama BEEF Imam Subowo mengatakan, BEEF saat ini tengah menyiapkan infrastruktur untuk menampung peningkatan jumlah impor sapi. Tahun 2024, BEEF membidik impor sapi hidup 14.000-15.000 ekor sapi di tahun 2024 dengan nilai pembelian maksimal Rp 20 juta per ekor yang diimpor dari Australia.

“Kami akan membangun cold storage di atas tanah seluas 20 hektare (ha) di Subang dengan kapasitas penyimpanan 25 ribu ton daging sapi,” kata Imam dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (5/10).


"Capex tahun ini sebagian besar di alokasikan ke Subang. Subang menjadi prioritas utama untuk capex kami di tahun ini," sambungnya.

Selain itu, Imam menyampaikan BEEF akan membangun kadang sapi lokal dengan kapasitas dapat menampung 200 hingga 500 ekor sapi untuk penjualan musim Idul Adha. Hal ini untuk menyambut penjualan di momen perayaan Idul Adha tahun 2024.

Baca Juga: Ada Pengendali Baru, Estika Tata Tiara (BEEF) Catat Kinerja Apik pada Semester I

Untuk nilai investasi pembangunan, Imam bilang masih dalam kajian dan hitung-hitungan. "Kami akan kalkulasikan dulu," tambahnya.

Adapun, BEEF mendapatkan angin segar dengan masuknya pengendali baru, PT Asia Agri International Pte. Ltd yang mendukung BEEF agar lebih presentable dan layak di seluruh mata stakeholder juga masyarakat.

Sebagai informasi, Asia Agri International Pte Ltd masuk BEEF melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Pihaknya  mengeluarkan saham B sejumlah Rp5,14 saham Seri B dalam bentuk konversi penyelesaian utang Perseroan menjadi saham kepada Asia Agri International Ltd sebesar Rp350 miliar menjadi Rp5,14 miliar saham Seri B. Dengan kata lain, Asia Agri International Pte Ltd telah mengakuisisi saham BEEF 81%.

 
BEEF Chart by TradingView

Selain itu, BEEF juga menuturkan kinerja yang cemerlang di semester I 2023 juga didorong oleh penjualan daging sapi atau kerbau. Penjualan sapi hidup dan turunannya sudah mulai kembali diproduksi dan berada di pasar tradisional maupun pasar modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari