Estika Tata Tiara (BEEF) targetkan pendapatan tumbuh lebih dari 50% di 2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) menargetkan pendapatan tumbuh lebih dari 50% menajdi sebesar Rp 1,82 triliun pada 2020.

Dalam paparan publik yang diselenggarakan, Rabu (11/12), Direktur Utama Estika Tata Tiara, Yustinus Sadmoko mengatakan target tersebut mengikuti dari perkembangan bisnis BEEF yang positif di akhir tahun ini serta rencana ekspansi yang konkret.

 "Hingga akhir September 2019, BEEF membukukan penjualan Rp 901 miliar dan di akhir tahun ini BEEF memproyeksikan bisa mencapai pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun,"  jelasnya saat ditemui Kontan.co.id, Rabu (11/12).


Baca Juga: Estika Tata Tiara (BEEF) bakal jadikan segmen logistik jadi lokomotif bisnis

Pastinya kalau pendapatan bisa tumbuh tinggi di tahun depan, laba bakal mengekor. Yustinus memproyeksikan, laba BEEF di 2020 bisa tumbuh hingga 42,95% menjadi Rp 88,21 miliar.

 Yustinus menjabarkan, di kuartal III 2019  Estika Tata Tiara telah membukukan laba Rp 46,3 miliar atau tumbuh 120%  dibanding periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 21 miliar. Hingga akhir tahun ini , Yustinus yakin BEEF bisa memperoleh laba  sebesar Rp 61,7 miliar.

Yustinus percaya BEEF bisa mencapai pertumbuhan yang pesat di tahun depan karena banyak ekspansi yang akan dilakukan.

Hingga saat ini distribusi BEEF memang masih belum optimal. Buktinya dari 13.000 outlet  minimarket, produk BEEF baru dijual di 250 outlet. Di tahun depan, Yustinus menargetkan bisa menambah 1.000 outlet minimarket untuk meningkatkan penjualan baik daging sapi maupun olahan.

Yustinus bilang, penempatan produk BEEF juga mempertimbangkan lokasi dan daya belinya. Tentunya BEEF akan memilih minimarket yang dekat dengan residensial dan apartemen.

Baca Juga: Ikhtiar BEEF Menggenjot Penjualan Sapi Hidup dan Makanan Olahan

Selain itu, Estika Tata Tiara juga akan menambah channel distribusi dan kapasitas produksi di tahun depan. Yustinus tidak menampik saat ini sedang mengembangkan platform jualan online lewat aplikasi yang masih digunakan internal perusahaan. Adapun BEEF juga sudah mulai menjual produknya di e-commerce.

Memanfaatkan peluang ini, BEEF menyiapkan belanja modal Rp 240 miliar untuk mengoptimalkan produksi dan distribusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat