KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Estonia melirik peluang besar dari sektor maritim Indonesia. Sebagai negara dengan kapabilitas digital yang maju, Estonia menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Indonesia guna mendorong digitalisasi industri pelayaran nasional. Menteri Infrastruktur Estonia Kuldar Leis mengatakan, negaranya memiliki keunggulan sebagai pusat retrofit kapal di kawasan Laut Baltik.
Baca Juga: Australia Tetap Bidik Pasar Daging Sapi RI di Tengah Tekanan Rupiah Pemerintah Estonia juga telah mengalokasikan dana sebesar 25 juta euro untuk mendukung proyek retrofit tersebut guna meningkatkan efisiensi kapal. “Artinya, kapal akan datang ke pelabuhan Estonia dan kami dapat melakukan retrofit secara lebih efisien, baik melalui pembaruan furnitur maupun solusi teknologi informasi, sehingga kapal menjadi lebih efisien di masa depan,” ujar Leis dalam temu media usai forum bisnis, Selasa (28/4/2026). Dalam upaya memperkuat kerja sama dengan Indonesia, Estonia menitikberatkan pada pengembangan pelabuhan pintar (
smart ports), keamanan siber (
cybersecurity), serta sistem manajemen lalu lintas kapal.
Baca Juga: Mandatori B50 Dimulai Juli 2026, Permintaan CPO Diprediksi Melonjak Tajam Untuk meningkatkan daya saing armada, Estonia menawarkan berbagai layanan, mulai dari peningkatan mesin, instalasi sistem pengurangan emisi, hingga integrasi teknologi hemat energi. Leis menambahkan, pemerintah Estonia juga melakukan kunjungan ke sejumlah lembaga dan perusahaan maritim di Indonesia, seperti Bakamla RI, Pelindo, Pelni, dan Pertamina, dalam rangkaian misi bisnis yang berlangsung pada 27–29 April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memetakan peluang sekaligus memahami tantangan dalam menjalin kerja sama dengan Indonesia. Bagi sebagian besar perusahaan Estonia dalam delegasi bisnis, pertemuan ini masih menjadi tahap penjajakan awal, sehingga realisasi investasi jangka panjang diperkirakan masih membutuhkan waktu. Meski demikian, dari perspektif pemerintah Estonia, potensi kolaborasi dengan Indonesia dinilai sangat strategis, mengingat peran kedua negara dalam kerangka Organisasi Maritim Internasional (IMO) serta komitmen menuju target net zero emission yang kini menjadi fokus industri maritim global.
Baca Juga: Dyandra (DYAN) Sebut Industri MICE Tahun 2026 Tunjukkan Prospek Positif Pada kesempatan yang sama, Ketua Bilateral Komite Negara Baltik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Adriana Sri Lestari menyampaikan bahwa pertemuan bisnis ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara yang telah ditandatangani sebelumnya. “Jika sebelumnya baru penandatanganan antar kamar dagang, hari ini sudah masuk ke tahap
business-to-business (B2B) antara pelaku usaha Estonia dan Indonesia,” jelasnya. Ia menambahkan, dalam satu dekade terakhir, banyak delegasi Indonesia, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, yang telah belajar ke Estonia terkait pengembangan teknologi digital. “Salah satu contohnya adalah Smart City Sumedang yang banyak mengadopsi pembelajaran dari Estonia. Kini sistem pemerintahan daerahnya sudah sangat berbasis teknologi informasi,” ujarnya.
Baca Juga: Program B50 Jadi Penopang Harga CPO, Prospek Emiten Sawit 2026 Makin Cerah Meski demikian, untuk kerja sama di sektor maritim, Adriana menyebutkan belum ada pembahasan terkait nilai investasi. Namun, ia menegaskan bahwa keamanan siber menjadi salah satu sektor utama yang akan didorong dalam kolaborasi kedua negara ke depan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News