ETF Emas Resmi Meluncur, Mirae Asset Bidik Investor Institusi dan Ritel



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, salah satu Dealer Partisipan produk exchange traded fund (ETF) emas, berpandangan produk investasi baru ini memiliki prospek yang menarik minat investor pasar modal Indonesia.

Diketahui PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan lima produk instrumen investasi ETF emas pada Senin (10/8). Ada lima Manajer Investasi (MI) yang turut serta dalam proses ini, yaitu PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management.

Mirae Asset adalah salah satu broker yang terlibat sebagai Dealer Partisipan ETF emas awal yang bekerja sama dengan dua Manager Investasi yaitu Syailendra Capital dan Trimegah Asset Management. 


Baca Juga: Dian Swastatika (DSSA) Mulai Lepas Treasury Stock, Harga Saham Naik

Head of Business Development PT Mirae Asset Sekuritas, Simon Gunawan, menyebut bahwa pihaknya terbuka dan terlibat untuk ikut memperkenalkan dan memasarkan produk ETF emas.

“Kami melihat ETF emas sebagai produk yang cukup menarik karena memberikan pilihan baru bagi investor yang ingin punya eksposur ke emas, tetapi tetap melalui pasar modal. Walaupun harga emas saat ini mungkin sedang tidak terlalu kuat, kami melihat emas tetap punya tempat di portofolio investor, terutama untuk diversifikasi,” ujar Simon kepada Kontan, Sabtu (8/8/2026).

Lebih lanjut Simon berpandangan segmen investor institusi dinilai menjadi salah satu segmen utama karena umumnya menyumbang dana kelolaan terbesar di produk ETF untuk kebutuhan diversifikasi portofolio.

Di sisi lain, investor ritel juga memiliki potensi yang besar. Pasalnya, ETF emas dapat dibeli dan dijual melalui rekening saham layaknya transaksi saham biasa, sehingga memudahkan nasabah ritel untuk melakukan transaksi.

Kendati demikian, Simon menyebut tantangan terbesar dalam penetrasi ETF emas saat ini ialah edukasi. Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan emas fisik dan emas digital, tetapi ETF emas masih relatif baru.

Jadi, terang Simon, tugas industri adalah membuat investor memahami bahwa ETF emas bisa menjadi alternatif investasi yang praktis, transparan, dan mudah ditransaksikan.

Selain edukasi, likuiditas juga penting. Investor tentu akan lebih tertarik apabila ETF emas mudah diperjualbelikan dengan harga yang kompetitif, dan disitu merupakan komitmen kami untuk bisa menjadi salah satu liquidity provider ETF Emas.

Terkait target dana kelolaan atau asset under management (AUM) dan jumlah investor pada 2026, Simon mengatakan Mirae Asset belum menjadikan besarnya AUM sebagai satu-satunya fokus pada tahap awal.

Menurutnya, sebagai produk baru, hal yang lebih penting adalah membangun basis investor dan aktivitas transaksi ETF emas terlebih dahulu. "Karena ini produk baru, kami ingin melihat semakin banyak investor mengenal ETF emas, mencoba bertransaksi, dan menjadikannya bagian dari portofolio mereka," ujar Simon.

Ia menambahkan, target AUM dan jumlah investor akan mengikuti strategi masing-masing produk serta kondisi pasar.

"Jadi fokus kami di 2026 lebih kepada membangun awareness, meningkatkan jumlah investor, dan menciptakan likuiditas yang sehat," katanya.

Sebagai tambahan informasi, ada lima produk ETF emas yang diluncurkan hari ini dan dapat ditransaksikan. Antara lain yaitu Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode XTRA dan harga perdana Rp 248 per unit, serta; Mandiri ETF Emas berkode XMES dengan harga perdana Rp 757 per unit.

Selanjutnya, ada BRI MI Gold ETF Syariah dengan kode XDES dan harga perdana Rp 1.000 per unit; Syailendra ETF Sharia Gold berkode XSGO dengan harga perdana Rp 1.000 per unit, serta; Premier ETF Gold Sharia Indonesia berkode XGLD dengan harga perdana Rp 256 per unit.

Baca Juga: Pendapatan Wahana Interfood (COCO) Tumbuh 4,3% pada Kuartal II-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News