ETF Emas Tetap Prospektif di Tengah Ketidakpastian Markoekonomi, Ini Catatan Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) emas yang baru meluncur di bursa domestik menunjukkan awal yang sangat impresif. 

Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan lonjakan dana kelolaan (AUM) dari Rp 93,9 miliar pada Agustus menjadi Rp 105,63 miliar per akhir September 2026 atau bertambah sekitar Rp 11,73 miliar dalam waktu kurang dari sebulan menandakan tingginya minat pemodal terhadap alternatif lindung nilai (hedging) berbasis komoditas ini.

Dari sisi prospek, produk ETF emas ke depan dinilai sangat menarik dan memiliki ruang tumbuh yang luas, terutama di tengah ketidakpastian makroekonomi global, fluktuasi geopolitik, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.


Baca Juga: Minat Investasi Global Naik, Pengguna Saham AS Ajaib Tumbuh 2,5 Kali

Menurutnya, saat pasar saham dan instrumen berisiko tinggi mengalami tekanan atau volatilitas tinggi, emas secara tradisional menjadi instrumen perlindungan utama. 

"Kehadiran ETF emas memberikan cara yang jauh lebih praktis bagi pemodal di pasar modal untuk mengalokasikan aset ke instrumen safe haven tanpa harus memindahkan dana keluar dari sistem sekuritas," kata Wahyu kepada Kontan, Selasa (6/10/2026).

Wahyu bilang pertumbuhan AUM yang menembus lebih dari Rp 105 miliar dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan sejak peluncurannya membuktikan bahwa produk ini cepat diterima oleh pasar. Tren ini mengindikasikan bahwa adopsi ETF emas akan terus meningkat seiring makin luasnya edukasi finansial dan kebutuhan diversifikasi portofolio.

Instrumen ETF emas menawarkan beberapa keunggulan strategis jika dibandingkan dengan kepemilikan emas fisik konvensional, namun tetap dibarengi dengan karakteristik risiko tersendiri.

Keunggulan tersebut antara lain, likuiditas tinggi. ETF emas diperdagangkan di bursa efek secara real-time selama jam perdagangan. Pelaku pasar bisa membeli atau menjual unit penyertaannya kapan saja dengan mudah, tidak seperti emas fisik yang kerap membutuhkan waktu untuk dijual kembali (buyback) ke toko atau Logam Mulia.

Keunggulan lainnya, keamanan penyimpanan. Pelaku pasar tidak perlu pusing memikirkan risiko penyimpanan fisik seperti risiko pencurian atau biaya sewa safe deposit box, karena aset dasar emas disimpan secara aman oleh bank kustodian.

Selain itu, produk ini juga dinilai hemat biaya dan transparan. Pembelian dapat dilakukan dalam satuan lot yang relatif terjangkau dengan transparansi harga pasar yang mengikuti pergerakan harga emas dunia secara transparan.

Kendati demikian, ada sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, mulai dari risiko pasar. Nilai aktiva bersih (NAB) ETF emas sangat bergantung pada fluktuasi harga emas global dan nilai tukar (kurs) mata uang, sehingga harganya bisa turun jika harga emas dunia terkoreksi.

Selanjutnya, risiko likuiditas pasar sekunder. Meskipun instrumen dasarnya likuid, volume perdagangan harian (trading volume) di bursa tetap perlu diperhatikan agar  tidak mengalami kesulitan saat ingin bertransaksi dalam jumlah besar. Terakhir ialah biaya pengelolaan. Berbeda dengan menyimpan emas fisik secara mandiri, ETF mengenakan biaya pengelolaan tahunan yang secara bertahap memengaruhi imbal hasil investasi.

Investor Perlu Cermati Sentimen Ini 

Sebelum pelaku pasar memutuskan menanamkan modal pada ETF emas, ada beberapa aspek penting yang wajib dianalisis secara cermat:

Profil Manajer Investasi dan Kinerja Produk

Perhatikan rekam jejak (track record), reputasi Manajer Investasi (MI) yang mengelola produk ETF tersebut, serta seberapa akurat produk mampu mengikuti pergerakan harga emas acuan.

Struktur Biaya

Cermati besaran biaya pengelolaan (management fee) dan biaya transaksi seperti brokerage fee saat jual-beli di bursa agar tidak menggerus potensi keuntungan investasi jangka panjang.

Kondisi Likuiditas Harian

Periksa rata-rata volume perdagangan harian di bursa untuk memastikan produk tersebut memiliki likuiditas yang memadai, sehingga kita dapat keluar masuk pasar dengan mudah tanpa dampak harga yang signifikan.

Tujuan Finansial dan Horison Waktu

Pastikan alokasi dana ke ETF emas selaras dengan strategi alokasi aset secara keseluruhan, baik sebagai pelindung nilai jangka panjang maupun sebagai bagian dari strategi taktis jangka pendek menghadapi volatilitas pasar.

Baca Juga: Minat Investasi Global Naik, Pengguna Saham AS Ajaib Tumbuh 2,5 Kali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News