KONTAN.CO.ID - Setelah IPO SpaceX senilai US$ 75 miliar memicu euforia baru di pasar saham, dua manajer aset Amerika Serikat mengajukan produk
exchange-traded fund (ETF) yang berfokus pada kelompok saham AI yang dikenal dengan nama MANGOS. Dokumen yang diajukan ke
Securities and Exchange Commission (SEC) AS pada Senin (15/6) menunjukkan bahwa Yorkville America dan Corgi Securities berencana meluncurkan ETF berbasis MANGOS. Langkah ini menandai babak baru dalam tren investasi AI yang selama beberapa tahun terakhir didominasi oleh kelompok saham Magnificent 7.
Istilah Magnificent 7 digunakan untuk menggambarkan tujuh saham teknologi berkapitalisasi besar yang mendominasi kinerja indeks saham AS dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok tersebut terdiri dari Apple, Microsoft, Nvidia, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Tesla.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Jones Rekor dan Nasdaq Merosot Apa Itu MANGOS?
Mengutip
Reuters, MANGOS merupakan akronim yang digunakan untuk menggambarkan enam perusahaan yang dianggap sebagai pemimpin pertumbuhan berbasis AI saat ini. Kelompok tersebut terdiri dari Meta Platforms, Nvidia, Google (Alphabet), SpaceX, Anthropic, dan OpenAI. Berbeda dengan Magnificent 7 yang mencakup sejumlah raksasa teknologi dengan bisnis yang lebih beragam, MANGOS berfokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki keterkaitan kuat dengan perkembangan AI. Kehadiran SpaceX dalam kelompok ini juga menjadi perhatian tersendiri. Setelah mencatatkan IPO terbesar tahun ini senilai US$ 75 miliar, perusahaan milik Elon Musk tersebut langsung menjadi salah satu saham yang paling banyak dibicarakan investor.
Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa ETF MANGOS Bisa Meluncur Agustus 2026
Menurut dokumen yang diajukan ke SEC, Yorkville America berencana meluncurkan Mango Plus ETF serta satu varian lain yang dirancang untuk menghasilkan pendapatan tambahan bagi investor. Portofolio ETF tersebut tidak hanya berisi saham-saham inti MANGOS, tetapi juga sejumlah perusahaan lain yang dinilai akan diuntungkan oleh adopsi AI. Kelompok tambahan itu diberi nama "Parabolic 7", yang mencakup beberapa perusahaan seperti Micron dan SanDisk. Sementara itu,
Corgi Securities memilih pendekatan yang lebih fokus. ETF yang diajukannya hanya akan berinvestasi pada enam perusahaan inti yang masuk dalam kelompok MANGOS. Jika mendapatkan persetujuan regulator, kedua ETF tersebut berpotensi mulai diperdagangkan sebelum akhir Agustus 2026.
Baca Juga: China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX Apa Artinya bagi Investor?
Analis Morningstar Dan Sotiroff menilai perkembangan ini menjadi bukti bahwa industri ETF kini bergerak semakin agresif dalam menciptakan produk investasi baru yang mengikuti tren pasar. "Ini menunjukkan seberapa cepat siklus pengembangan produk bergerak dalam industri ETF saat ini," kata Sotiroff. Menurut dia, ETF MANGOS berpotensi menjadi produk yang lebih terkonsentrasi dibandingkan ETF berbasis Magnificent 7.
"ETF ini akan jauh lebih terkonsentrasi dibandingkan Magnificent 7 dan, yang tak kalah penting, akan sangat terpapar pada IPO-IPO terbesar tahun ini," ujarnya. Kemunculan ETF MANGOS memberikan alternatif baru bagi investor yang ingin memperoleh eksposur ke sektor AI tanpa harus membeli saham satu per satu. Namun, fokus investasi yang hanya tertuju pada sejumlah kecil perusahaan juga membuat risiko menjadi lebih tinggi dibandingkan ETF dengan diversifikasi yang lebih luas.
Baca Juga: Konflik Iran Bikin Investor Mulai Tinggalkan Obligasi? Ini Penjelasan Analis