Ethiopian Airlines Tambah 6 Pesawat Boeing 787-9, Perkuat Ekspansi Rute Jarak Jauh



​KONTAN.CO.ID - Maskapai terbesar di Afrika, Ethiopian Airlines, mengumumkan pembelian enam unit tambahan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner untuk memperluas jaringan penerbangan jarak jauh ke Afrika, Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia.

Kesepakatan ini diteken di kantor pusat Boeing di dekat Washington. CEO Ethiopian Airlines Group Mesfin Tasew mengatakan, perusahaan mengonversi enam opsi menjadi pesanan pasti, setelah sebelumnya memesan total 20 unit pesawat 787, termasuk sembilan unit pada Januari lalu.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Selasa (21/4) Pagi, Negosiasi AS-Iran Angkat Sentimen Pasar


Dengan tambahan ini, Ethiopian Airlines akan memiliki total 26 pesawat 787 baru yang dijadwalkan mulai dikirim pada 2028.

“Kami memiliki rute-rute matang yang membutuhkan pesawat lebih besar, termasuk di Afrika. Ada juga rute yang belum bisa kami layani karena keterbatasan armada, seperti ke Australia,” ujar Tasew dilansir Reuters Senin (20/4/2026).

Langkah ekspansi ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah AS untuk meningkatkan ekspor pesawat Boeing.

Selain memperkuat armada, Ethiopian Airlines juga tengah menggarap proyek ambisius pembangunan bandara baru senilai US$12,5 miliar yang berlokasi di Bishoftu, sekitar 45 km dari Addis Ababa.

Baca Juga: Thailand Kaji Utang Darurat US$15,6 Miliar, Respons Tekanan Harga Minyak

Bandara tersebut ditargetkan menjadi yang terbesar di Afrika saat rampung pada 2030, dengan kapasitas mencapai 60 juta penumpang per tahun dan dilengkapi fasilitas modern.

Proyek ini digadang-gadang akan menjadikan Ethiopia sebagai hub penerbangan utama, setara dengan Dubai atau Istanbul.

Pembangunan bandara empat landasan pacu ini telah dimulai sejak Januari. Kapasitasnya akan lebih dari empat kali lipat dibandingkan bandara utama Ethiopia saat ini yang diperkirakan mencapai batas maksimum dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Baca Juga: Harga Emas Stabil di US$4.820 Selasa (21/4) Pagi, Tunggu Kepastian Negosiasi AS-Iran

Pendanaan proyek ini melibatkan sejumlah lembaga keuangan, termasuk African Development Bank yang berkomitmen memberikan pinjaman sebesar US$500 juta serta memimpin upaya penghimpunan dana hingga US$8,7 miliar.

Tasew juga menyebut sejumlah institusi keuangan AS menunjukkan minat untuk ikut berpartisipasi dalam pembiayaan proyek strategis tersebut.