EUR/JPY berpotensi rebound setelah pemilu Italia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perlambatan inflasi periode Januari 2018 di Eropa membuat euro melemah terhadap yen. Mengutip Bloomberg, pasangan mata uang EUR/JPY melemah 0,07% ke 130,23 per Jumat (2/3) dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan pasangan EUR/JPY sudah melemah sejak awal Februari terpicu perlambatan inflasi periode Januari 2018. "ECB melihat inflasi sebagai acuan untuk mengetatkan moneter, inflasi turun berarti kemungkinan untuk mengetatkan moneter tipis," kata Putu, Jumat (2/3).

Perubahan sikap moneter Eropa yang ditunggu-tunggu pasar pun belum terjadi karena inflasi yang belum naik.


Sementara, yen berhasil unggul dari euro karena data ekonomi Jepang banyak menunjukkan hasil yang positif. Ditambah, langkah bank sentral Jepang untuk mengurangi pembelian obligasi jangka panjang pasar anggap sebegai langkah awal Jepang ingin melakukan pengetatan moneter.

"Jadi rencana pengetatan moneter di Eropa dan Jepang berkebalikan, di Eropa ekspektasi pengetatan moneter menurun, sementara di Jepang mulai muncul ekspektasi pengetatan moneter ini yang menyebabkan EUR/JPY menurun," kata Putu.

Untuk Senin (5/2) Putu memproyeksikan karena euro berpotensi rebound setelah ada kepastian hasil pemilu di Italia berlangsung. "EUR masih menunggu hasil pemilu Italia, situasi politik juga beri tekanan ke Eropa," kata Putu.

Secara teknikal, Putu menganalisis harga berada di atas MA 50, 100, dan 200. MACD bergerak turun di level 1,1. Stochastic turun berada di level 9. RSI bergerak turun di level 17. Data ini mengindikasikan harga mengalami penurunan dan memasuki jenuh beli sehingga berpeluang rebound. Ia merekomendasikan buy on dips pada EUR/JPY  dengan prediksi support 129,10 - 128,70 - 128,35 dan resistance 130,60 - 131,00 - 131,30.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sofyan Hidayat