Euro keok di depan yen karena data ekonomi Eropa memburuk



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data ekonomi kawasan Uni Eropa yang memburuk dan ketidakpastian sikap European Central Bank (ECB) membawa sentimen negatif bagi mata uang euro. Dus, meski Jepang gagal mencapai kata sepakat dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) tetapi yen tetap berhasil mengungguli euro. Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (20/4) pasangan mata uang EUR/JPY terkoreksi 0,20% ke level 132,28 dari hari sebelumnya. Di tengah sesi pasangan dua mata uang ini sempat menguat 0,17% ke level 132,78. "Data Zona Euro pekan ini mengecewakan sehingga investor memiliki sedikit alasan untuk memburu euro," ujar Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures kepada Kontan.co.id akhir pekan lalu. Hasil survei sentimen ekonomi Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung (ZEW) bulan April bulan April untuk seluruh Zona Euro dirilis mengecewakan pasar. Indeks mengalami penurunan dari 13,4 menjadi 1,9 dan itu jauh di bawah perkiraan 7,3. Kemudian semakin diperparah dengan capaian inflasi tahunan bulan April 2018 kawasan Uni Eropa hanya naik dari 1,1% ke level 1,3%. Padahal awalnya inflasi diproyeksikan mencapai 1,4%. Ini mengurangi harapan pasar bahwa European Central Bank (ECB) bisa mengambil kebijakan moneter lebih hawkish. "Pasar bertaruh bahwa ECB paling cepat baru akan menaikkan suku bunga acuan pada akhir kuartal II," imbuhnya. Sementara itu dari Jepang sendiri saat ini masih diselimuti sentimen negatif pasca pertemuan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Negeri Matahari Terbit itu gagal membujuk AS untuk kembali masuk dalam Kemitraan 12 negara Trans-Pasifik (TPP) dan Jepang juga masih tetap termasuk negara yang dikenai pajak impor AS. Namun yen masih diselamatkan oleh perannya sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian pemerintahan Presiden Trump dan kondisi geopolitik yang tidak menentu masih membuat investor memburu yen. Wahyu melihat untuk jangka pendek pasangan mata uang EUR/JPY masih berada di area overbought yang berpotensi tetap mengalami pelemahan. Secara teknikal harga masih berada dibawah garis moving average (MA) 50 yang mengindikasikan pelemahan dalam jangka pendek tetapi untuk jangka menengah dan jangka panjang menunjukkan peluang penguatan karena berada di atas garis MA 100 dan MA 200. Indikator moving average convergence (MACD) berada di area positif. Kemudian indikator relative strength index (RSI) di level 54,69 dan indikator stochastic di level 82,07.

Wahyu merekomendasikan EUR/JPY sell dengan support 131,80-131,20-130,60 dan resistance 133,00-133,50-134,00.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Sofyan Hidayat