Euro masih ungguli the greenback



JAKARTA. Minimnya dukungan data ekonomi dan antisipasi pasar menyusul langkah kebijakan fiskal terbaru pemerintahan Donald Trump, Presiden AS, nilai tukar USD masih loyo di hadapan euro.

Mengutip Bloomberg, Selasa (25/4) pukul 16.26 WIB pasangan EUR/USD melambung 0,28% ke level 1,0898 dibanding hari sebelumnya.

Suluh Adil Wicaksono, Analis PT Cerdas Indonesia Berjangka menjelaskan penguatan yang berhasil didulang euro terjadi setelah hasil pemilu Perancis menunjukkan kekuatan yang berimbang antara pihak pro dan kontra Uni Eropa.


Pada putaran kedua nantinya Emmanuel Macron siap berhadapan dengan Marie Le Pen dan katalis ini cukup memberikan angin segar bagi euro untuk bergerak unggul.

Sehingga walaupun data ekonomi Eropa yang rilis masih minim, namun euro berhasil mempertahankan keunggulannya.

“Selama euforia ini masih terasa di pasar global, maka euro akan mampu jaga penguatan terbatas. Apalagi jika nantinya data ekonomi AS yang akan rilis benar memburuk seperti dugaan,” kata Suluh.

Memang pergerakan selanjutnya akan bergantung pada data survey kepercayaan konsumen AS Maret 2017 yang diduga turun dari 125,6 menjadi 123,7.

Belum lagi penjualan rumah baru di AS ikut menipis dari 592.000 menjadi 590.000 serta indeks manufaktur Richmond bulan yang sama turun dari 22 menjadi 18.

“Nyaris tidak ada katalis yang positif yang bisa membuat USD kembali unggul untuk sementara waktu,” imbuh Suluh.

Hanya saja memang rentang pergerakan akan semakin sempit jika berkaca dari masih minimnya data ekonomi Eropa terbaru yang akan rilis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto