Euro tergelincir di hadapan poundsterling



JAKARTA. Tekanan fundamental Eropa yang masih besar, beri ruang gerak bagi poundsterling untuk ungguli euro. Mengutip Bloomberg, Rabu (2/3) pukul 17.51 WIB pairing EUR/GBP yang merunduk 0,16% di level 0,7777 dibanding hari sebelumnya.

Pemaparan Tonny Mariano, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka saat ini pelemahan pasangan EUR/GBP lebih disebabkan oleh kembali buruknya sajian data ekonomi Eropa yang dirilis. PPI Eropa Februari 2016 tercatat menurun dari minus 0,8% ke level minus 1,0%.

Itu menambah panjang daftar beban yang harus ditanggung oleh euro. “Apalagi bulan ini pasar menduga European Central Bank (ECB) akan tambah gelontoran stimulusnya,” jelas Tonny.


Jelas ini berimbas negatif pada mata uang Eropa. Sementara dari sisi poundsterling sebenarnya tidak kalah negatif.

Sebut saja data konstruksi PMI Inggris Februari 2016 yang turun dari 55,0 ke level 54,2. Melanjutkan sajian data ekonomi Inggris yang terus negatif beberapa hari terakhir. Mengempiskan peluang kenaikan suku bunga Bank of England tahun ini. “Ingat juga, GBP terus tertekan spekulasi Brexit,” tambah Tonny.

Namun memang karena negatifnya fundamental kedua mata uang ini pergerakan pasangan cenderung fluktuatif dalam rentang yang sempit. Tarik menarik terus terjadi. Walaupun penguatan GBP saat ini lebih karena antisipasi pasar terhadap pernyataan pejabat BOE.

Antisipasi ini menyebabkan ada aksi bargain hunting GBP. "Tapi untuk jangka pendek peluang euro unggul lagi masih ada. Jadi penguatan ini sementara dan terbatas," prediksi Tonny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto