KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah upaya pemerintah memperketat belanja negara dan mendorong efisiensi anggaran, keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa penyesuaian dinilai berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan dalam arah kebijakan fiskal nasional. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai kebijakan pemerintah dalam mempertahankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa penyesuaian di tengah langkah efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan inkonsistensi arah fiskal. Menurut Yusuf, pemerintah saat ini terlihat menahan belanja kementerian dan lembaga (K/L), bahkan mendorong efisiensi melalui kebijakan seperti work from home (WFH). Namun di sisi lain, program berskala besar seperti MBG justru relatif tidak tersentuh, meski ruang fiskal sedang dalam tekanan.
Evaluasi Program MBG Dinilai Perlu untuk Jaga Konsistensi Fiskal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah upaya pemerintah memperketat belanja negara dan mendorong efisiensi anggaran, keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa penyesuaian dinilai berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan dalam arah kebijakan fiskal nasional. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai kebijakan pemerintah dalam mempertahankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa penyesuaian di tengah langkah efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan inkonsistensi arah fiskal. Menurut Yusuf, pemerintah saat ini terlihat menahan belanja kementerian dan lembaga (K/L), bahkan mendorong efisiensi melalui kebijakan seperti work from home (WFH). Namun di sisi lain, program berskala besar seperti MBG justru relatif tidak tersentuh, meski ruang fiskal sedang dalam tekanan.
TAG: