Event Lari Makin Marak, AAUI Bidik Peluang Baru untuk Industri Asuransi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan olahraga lari di Indonesia tidak hanya mendorong industri penyelenggara event, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi industri asuransi umum. Meningkatnya jumlah peserta dan frekuensi lomba lari dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas penetrasi produk perlindungan.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melihat peluang tersebut seiring dengan perkembangan jumlah pelari dan event lari di Tanah Air.

Data GoodStats mencatat jumlah pelari meningkat dari sekitar 56.000 pada Januari 2024 menjadi 242.627 pada Mei 2025. Sementara itu, jumlah event lari di Indonesia mencapai 558 acara sepanjang 2025, naik dari 458 event pada 2024.


"Peluangnya dapat dilihat dari frekuensi penyelenggaraan dan jumlah peserta yang terus meningkat," ujar Ketua Umum AAUI Budi Herawan kepada Kontan, Jumat (2/10/26).

Menurut Budi, pertumbuhan event olahraga lari membuka peluang bagi industri asuransi karena kegiatan tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari peserta, penyelenggara, sponsor, vendor, hingga masyarakat umum.

Baca Juga: Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

Terlebih, olahraga lari kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sport tourism. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap perlindungan asuransi semakin beragam dan berpotensi menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan potensi tersebut, AAUI menilai pengembangan produk asuransi tidak hanya sebatas memberikan perlindungan tambahan kepada peserta. Asuransi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan event, salah satunya melalui skema embedded insurance yang melekat pada peserta ketika melakukan registrasi.

Peluang tersebut juga dapat dikembangkan melalui integrasi perlindungan dengan berbagai kanal yang berkaitan dengan penyelenggaraan event. Budi menyebut platform registrasi, race organizer, hingga komunitas lari dapat menjadi bagian dari ekosistem distribusi produk asuransi.

"Maka asuransi dapat menjangkau peserta dalam jumlah besar dengan premi yang relatif terjangkau dan periode perlindungan yang disesuaikan dengan karakter kegiatan," ujarnya.

Dari sisi produk, Budi menilai personal accident insurance menjadi salah satu produk yang relevan untuk dikembangkan seiring meningkatnya event olahraga lari. Produk tersebut memberikan manfaat perlindungan terhadap berbagai risiko, seperti kecelakaan, cedera, biaya pengobatan, cacat tetap, maupun meninggal dunia sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan polis.

Baca Juga: Asosiasi DPLK Beberkan Strategi Kejar Target Rasio Aset Dana Pensiun 11,2% pada 2029

Sementara bagi penyelenggara event, cakupan perlindungan dapat diperluas melalui public liability atau event liability. Produk tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap risiko tuntutan pihak ketiga yang muncul akibat kejadian selama penyelenggaraan acara, sesuai dengan ketentuan polis.

Peluang perlindungan juga dapat diperluas untuk perlengkapan dan aset yang digunakan dalam event. Selain itu, terdapat peluang pengembangan event cancellation insurance untuk menghadapi risiko tertentu yang menyebabkan sebuah acara dibatalkan atau ditunda, sesuai ketentuan polis dan hasil underwriting.

Untuk event yang mengusung konsep sport tourism, perlindungan dapat mencakup asuransi perjalanan bagi peserta yang datang dari luar kota maupun luar negeri.

Meski demikian, tantangan bagi industri asuransi adalah menyediakan produk yang sederhana, terjangkau, sekaligus mudah diakses dan terintegrasi dengan proses registrasi event.

Melalui skema tersebut, peserta tidak harus membeli polis secara terpisah karena biaya perlindungan dapat menjadi bagian dari biaya pendaftaran event. Model ini berpotensi membuka sumber bisnis baru bagi industri asuransi sekaligus memperkenalkan manfaat perlindungan kepada masyarakat melalui semakin populernya event olahraga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: