Exabytes Kejar Target 1 Juta Bisnis Adopsi AI, UMKM Jadi Pasar Utama



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Adopsi kecerdasan buatan (AI) di kalangan pelaku usaha terus menjadi peluang pertumbuhan industri teknologi. Melihat tren tersebut, Exabytes menggeser strategi dari GROW Digital menjadi GROW AI dengan target membantu satu juta bisnis memanfaatkan AI hingga 2030.

Perubahan arah ini diperkenalkan dalam GROW AI Summit 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13 Agustus 2026. Indonesia menjadi salah satu pasar utama yang dibidik Exabytes bersama Malaysia dan Singapura.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Exabytes Group Chan Kee Siak mengatakan, perubahan strategi tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan perusahaan dalam mendampingi bisnis selama 25 tahun.


Baca Juga: Pemerintah Bidik 100% Rasio Elektrifikasi dalam 5 Tahun, Papua jadi Prioritas

“Selama 25 tahun beroperasi, Exabytes telah mendukung lebih dari 160.000 bisnis. Dengan adopsi AI dan strategi baru ini, kami menetapkan target besar untuk membantu lebih banyak bisnis bertumbuh melalui AI,” ujar Chan dalam keterangannya, Kamis (20/8).

Menurut dia, masih banyak pelaku usaha yang memahami pentingnya AI untuk meningkatkan daya saing, tetapi belum mengetahui cara memulai maupun menerapkannya secara aman.

“Banyak pelaku usaha menyadari bahwa AI akan menentukan cara mereka bersaing, namun sebagian besar masih ragu dari mana harus memulai dan bagaimana menerapkannya dengan aman,” katanya.

Melalui strategi GROW AI, Exabytes ingin membantu bisnis tidak lagi hanya membangun kehadiran digital, tetapi mulai menggunakan AI dalam kegiatan operasional. Pendekatan tersebut mencakup pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, melayani pelanggan, hingga mendukung pertumbuhan bisnis.

Strategi tersebut ditopang oleh empat prinsip, yakni Reliable, Accessible, Scalable, dan AI-driven. Exabytes menggabungkan layanan infrastruktur cloud, keamanan siber, aplikasi bisnis, e-commerce, produktivitas, otomasi hingga layanan AI terkelola dalam satu ekosistem.

Indonesia menjadi pasar penting dalam strategi tersebut mengingat besarnya basis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, adopsi teknologi oleh pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti literasi digital, kesenjangan infrastruktur dan pemahaman mengenai penggunaan teknologi baru secara aman.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan mengatakan, strategi GROW AI diarahkan untuk membantu pelaku usaha Indonesia memanfaatkan AI secara lebih praktis dengan dampak terhadap efisiensi dan produktivitas.

“Bagi Indonesia, GROW AI bukan sekadar arah baru, melainkan komitmen nyata untuk mendampingi UMKM dan bisnis lokal menjawab tantangan hari ini. Kami ingin memastikan setiap pelaku usaha dapat memaksimalkan adopsi AI dengan optimal yang berdampak pada efisiensi dan peningkatan produktivitas manusianya,” ujar Indra.

Ke depan, Exabytes juga menyiapkan sejumlah produk dan solusi berbasis AI yang menyasar kebutuhan operasional bisnis. Solusi tersebut mencakup asisten layanan pelanggan, penjualan dan pemasaran berbasis AI, otomasi alur kerja hingga infrastruktur AI yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.

Indra optimistis pengembangan solusi berbasis AI dapat memperbesar peran Exabytes dalam transformasi digital bisnis di Indonesia.

“Dengan terus menghadirkan inovasi melalui solusi berbasis AI, kami optimistis dapat menjadi bagian dari percepatan transformasi digital bisnis di Indonesia, sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Exabytes untuk bertumbuh bersama satu juta bisnis pada 2030,” tambahnya.

Baca Juga: Harga Gandum Melambung 17%, Indonesia Terancam Kekurangan Pasokan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News