Eximbank bidik pertumbuhan laba 36,36%



JAKARTA. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) alias Indonesia Eximbank menargetkan pertumbuhan laba sebesar 36,36% pada tahun ini ketimbang tahun lalu.  Agar target tersebut dapat tercapai, Eximbank akan meningkatkan efisiensi sembari mendongkrak pendapatan operasional.

Pada tahun lalu, Eximbank berhasil mencetak laba senilai Rp 1,1 triliun. Nilai tersebut melampaui dari target awal yang dipatok, yakni Rp 897 miliar. Tahun ini, manajemen Eximbank berharap perolehan laba lebih tinggi dari 2014. "Nilainya sebesar Rp 1,5 triliun," ujar Basuki Setyadjid, Direktur Eximbank.

Selain mematok target laba tahun ini, Eximbank berusaha mempertahankan rasio beban operasional terhadap pendapatan (BOPO) di kisaran 63% hingga 65%. Sebagai perbandingan, Eximbank berhasil menjaga BOPO 63,5% tahun lalu, atau turun dari 67,6% pada tahun sebelumnya.


Basuki optimistis target laba tahun ini bisa tercapai lantaran Eximbank menggenjot pembiayaan kepada nasabah. Sepanjang tahun ini, Eximbank berencana mengerek penyaluran pembiayaan hingga 20% dari tahun lalu menjadi Rp 64 triliun.

Walau harus bersaing dengan perbankan, Basuki tidak khawatir. Pasalnya, masih banyak ceruk pasar yang bisa digarap oleh Eximbank namun belum dilirik oleh perbankan. Basuki mencontohkan, proyek smelter yang dinilai tidak bankable.

Selain itu, bunga pembiayaan yang diberikan oleh Eximbank kepada para debitur lebih rendah ketimbang rata-rata bunga yang dipatok oleh bank. "Bunga rata-rata kami di kisaran 10%," imbuhnya. Alhasil, kondisi itu menjadi peluang bagi Eximbank untuk menggaet nasabah lebih banyak lagi.

Tak cuma pengusaha kakap yang diincar, Eximbank juga membidik pembiayaan kepada pelaku usaha kecil menengah (UKM). Secara persentase, porsi kredit yang mengalir ke pelaku UKM masih mencapai 10% dari seluruh total penyaluran pembiayaan.

Basuki bilang, kucuran dana kepada UKM harus dilakukan sesuai prinsip kehati-hatian. Maklum, kredit macet Eximbank banyak berasal dari UKM. Eximbank akan menjaga non performing loan (NPL) di level 0,78%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan