KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan produksi Lapangan Banyu Urip bakal dihentikan sementara sebagai bagian dari planned shutdown. Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih menjelaskan, langkah ini sebagai bagian optimasi lifting. Tak hanya itu planned shutdown Lapangan Banyu Urip juga dipangkas menjadi sekitar 9 hari. "Per 12 Agustus produksi Banyu Urip sudah mencapai 228.000 BOPD (barel minyak per hari). Kami sedang mengupayakan kemampuan lifting agar dapat mengakomodir kenaikan produksi tersebut. Kami bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) juga mengusahakan agar planned shutdown yang dilakukan di September ini dapat dilakukan secara optimasi," kata Susana dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (21/9).
ExxonMobil hentikan produksi Banyu Urip dalam rangka planned shutdown
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan produksi Lapangan Banyu Urip bakal dihentikan sementara sebagai bagian dari planned shutdown. Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih menjelaskan, langkah ini sebagai bagian optimasi lifting. Tak hanya itu planned shutdown Lapangan Banyu Urip juga dipangkas menjadi sekitar 9 hari. "Per 12 Agustus produksi Banyu Urip sudah mencapai 228.000 BOPD (barel minyak per hari). Kami sedang mengupayakan kemampuan lifting agar dapat mengakomodir kenaikan produksi tersebut. Kami bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) juga mengusahakan agar planned shutdown yang dilakukan di September ini dapat dilakukan secara optimasi," kata Susana dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Senin (21/9).